Gadget Tak Lagi Aman: Teknologi Melesat, Kesehatan Mental Anak-Remaja Tertekan
📅 Sabtu, 06 Des 2025, 23:00 WIB | Oleh: Tim Penulis"Sebagian dari mereka juga mengalami psikosis, dan empat dari setiap 1.000 keluarga memiliki anggota dengan masalah kesehatan mental," katanya.
Ia mengemukakan bahwa penggunaan teknologi digital sejak usia dini berkaitan dengan peningkatan masalah kesehatan mental pada anak dan remaja.
Menurut dia, dari total 79,8 juta anak di Indonesia ada sekitar 28,65 juta anak berusia tujuh sampai 17 tahun yang menggunakan telepon seluler dan mengakses internet.
Dia mengatakan bahwa munculnya perubahan perilaku dan masalah-masalah terkait kesehatan mental akibat penggunaan gawai dan internet perlu direspons dengan pendekatan kesehatan masyarakat yang komprehensif.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pendekatan ini tidak bisa dilakukan secara langsung, kadang-kadang butuh transisi dan usaha yang cerdas," katanya.
Ia menyampaikan bahwa pada masa sekarang akses pelayanan kesehatan mental bisa diperluas dengan dukungan teknologi.
Dalam hal ini, pemerintah telah menghadirkan layanan Healing 119.id yang memungkinkan warga berkonsultasi melalui WhatsApp atau telepon tanpa biaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Mereka yang biasanya tertutup untuk mengungkapkan masalah bisa merasa lebih aman. Di sini mereka boleh curhat secara gratis," kata Dante.
Namun, dia melanjutkan, intervensi melalui penyediaan layanan digital saja tidak cukup untuk mengatasi masalah kesehatan mental maupun membangun ketahanan mental anak dan remaja.
Menurut dia, keluarga memegang peranan penting dalam upaya untuk membangun kesehatan mental anak sejak fase awal kehidupan.
"Ini harus dimulai dari keluarga, dan bukan hanya dari anak-anak, tetapi sejak konsepsi. Kita mencoba membuat ibu dan bapak yang sehat, bahagia, dan siap menghadapi tantangan," katanya.
Wakil Menteri Kesehatan mengatakan bahwa pemerintah juga berupaya meningkatkan peran komunitas dalam upaya pembangunan kesehatan mental.
Melalui Posyandu, pemerintah melibatkan lebih dari 1,48 juta kader kesehatan di 84.019 desa dan kelurahan dalam upaya edukasi kesehatan dasar, deteksi dini masalah kesehatan, serta pendampingan kesehatan mental bagi anak, remaja, ibu hamil, hingga lansia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!