Rumor Berkembang Spanyol akan Membeli Jet Tempur Siluman KAAN Turki, Tinggalkan F-35 AS
📅 Jumat, 05 Des 2025, 05:31 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
MADRID - Di balik pintu tertutup di Madrid, para pejabat mempertimbangkan sejauh mana mereka ingin bersandar pada Washington, dan seberapa besar risiko yang mereka terima dengan mendukung pemain baru di pasar jet tempur.
Diam-diam Spanyol memutuskan hubungan dengan F-35
Dilansir dari Nunnery Plumbing and Heating, perdebatan semakin sengit setelah pemerintah Spanyol memberi sinyal pada bulan Agustus bahwa mereka tidak akan membeli F-35 Lightning II buatan AS. Keputusan tersebut mengejutkan banyak analis pertahanan, mengingat F-35 merupakan satu-satunya pesawat tempur generasi kelima Barat yang tersedia dan varian F-35B dapat beroperasi dari dek pendek seperti kapal induk Spanyol, kapal serbu amfibi Juan Carlos I.
Tanpa F-35, sayap udara angkatan laut Spanyol tampak rentan. Armada AV-8B Harrier II yang menua harus dipensiunkan suatu saat nanti, dan belum ada pengganti yang jelas dalam layanan Spanyol. Eurofighter Typhoon, meskipun modern dan mumpuni, tidak dapat terbang dari Juan Carlos I. Hal ini meninggalkan celah strategis dalam kemampuan Spanyol untuk memproyeksikan kekuatan udara dari laut.
Dengan mengesampingkan F-35, Madrid telah memaksa dirinya untuk mencari solusi yang lebih kompleks, dan berpotensi lebih politis, untuk kebutuhan pertempuran udaranya di masa depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam konteks inilah media Turki dan blog pertahanan kini mengisyaratkan bahwa Spanyol secara serius mengincar program TAI Kaan milik Turki, pesawat tempur generasi kelima buatan dalam negeri yang diinginkan Ankara untuk beroperasi sekitar tahun 2030.
Turki dan Spanyol berbagi keanggotaan NATO, perairan bawah laut di Mediterania, dan rekam jejak kerja sama yang panjang dalam struktur aliansi. Namun, hubungan industrial mereka di bidang pertahanan secara historis tertinggal dibandingkan ikatan politik mereka.
Hal itu mulai berubah drastis di Feindef, pameran pertahanan utama Spanyol yang diselenggarakan di Madrid pada bulan Mei. Perusahaan-perusahaan Turki mengambil peran penting, dengan stan-stan yang dipenuhi replika drone, rudal, dan katalog kendaraan lapis baja serta sistem angkatan laut negara itu yang terus bertambah. Para pejabat Turki dengan jelas menggambarkan Spanyol sebagai mitra prioritas Eropa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam acara tersebut, pemerintah Spanyol menandatangani kontrak pembelian jet latih Hurjet Turki. Pesawat-pesawat ini akan menggantikan F-5 Spanyol yang sudah tua dalam peran pelatihan pilot tingkat lanjut. Kesepakatan ini penting bukan hanya karena skalanya, tetapi juga karena menempatkan platform Turki di jantung jalur pilot Spanyol.
Kontrak Hurjet mengisyaratkan bahwa para pengambil keputusan Spanyol sekarang melihat industri Turki sebagai pemasok jangka panjang yang layak, bukan sekadar mitra khusus.
Para komentator Turki dengan cepat menafsirkan hal ini sebagai batu loncatan menuju kesepakatan yang lebih besar terkait pesawat tempur TAI Kaan. Bagi mereka, negara yang mempercayakan armada pelatihan jetnya kepada teknologi Turki mungkin juga bersedia menanggung risiko program generasi kelima.
Madrid belum secara terbuka mengonfirmasi adanya pembicaraan semacam itu. Kementerian Pertahanan Spanyol sejauh ini masih bungkam, yang hanya memicu spekulasi di kalangan pertahanan.
Apa itu TAI Kaan dan mengapa itu penting?
Kaan, yang dikembangkan oleh Turkish Aerospace Industries (TAI), bertujuan untuk menyediakan pesawat tempur superioritas udara generasi kelima bagi Turki dan mengurangi ketergantungan pada F-16 AS. Pesawat ini telah melakukan uji terbang awal, dan Ankara menyebutnya sebagai simbol kemandirian teknologi dan ambisi nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!