Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Natuna Sediakan Bahan Pangan Bersubsidi, Dijual Melalui Pasar Murah.

📅 Rabu, 20 Mei 2026, 09:31 WIB | Oleh:
Pemkab Natuna Sediakan Bahan Pangan Bersubsidi, Dijual Melalui Pasar Murah. Doc: Antara Foto
Ket. Kegiatan pasar murah di Natuna, Kepri.

 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, memberikan subsidi bahan pangan untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat di daerah perbatasan tersebut.

Bupati Natuna Cen Sui Lan di Natuna, Kepri, Rabu, mengatakan bahan pangan bersubsidi tersebut dijual melalui kegiatan pasar murah.

Jenis komoditas yang disediakan disesuaikan dengan ketersediaan stok di wilayah Natuna.

Pada skema ini, Pemkab Natuna membeli bahan pangan ke toko-toko di wilayah sekitar dengan harga normal, kemudian dijual kembali kepada masyarakat dengan harga murah atau di bawah harga pasar.

Unit kerja yang ditugaskan untuk menjalankan program itu adalah Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperindagkopum) Kabupaten Natuna.

"Kami sedang mendata 17 kecamatan untuk menentukan wilayah yang perlu dilaksanakan pasar murah," ucap dia.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Natuna Suryanto mengatakan program tersebut perlu dilaksanakan meskipun kemampuan keuangan daerah pada 2026 sedang menghadapi tekanan yang cukup berat.

Keuangan daerah mengalami tekanan karena berkurangnya transfer ke daerah dan dana desa (TKDD), sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 118 Tahun 2025 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.

Dalam kebijakan tersebut, dana bagi hasil (DBH) secara nasional mengalami penurunan sebesar 53 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kondisi ini sangat mempengaruhi Natuna karena daerah ini masih bergantung pada dana transfer, baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat," kata Suryanto.

Ia menjelaskan saat ini pemerintah pusat belum menyalurkan kurang bayar DBH tahun 2023 dan 2024 dengan total mencapai Rp96,1 miliar.

Hal ini juga memperburuk kondisi perekonomian masyarakat karena perputaran ekonomi di wilayah perbatasan itu dipengaruhi oleh anggaran pemerintah.

Keterlambatan penyaluran, membuat pemerintah daerah belum dapat menjalankan sejumlah program secara optimal, mulai dari pembangunan fisik, pembayaran tunjangan pegawai, hingga pelaksanaan berbagai kegiatan sosial lainnya.

"Rinciannya, kurang bayar DBH tahun 2023 sebesar Rp45,2 miliar, sedangkan tahun 2024 mencapai Rp50,9 miliar." 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Danantara Borong Saham Burs...
Ekonomi
BI Tangkap Sinyal Ekspansi ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.