Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ledakan Transaksi QRIS Ungkap Kekuatan Baru Ekonomi Digital Indonesia

25 Jumat, 05 Des 2025, 14:55 WIB | Oleh:
Ledakan Transaksi QRIS Ungkap Kekuatan Baru Ekonomi Digital Indonesia Ledakan Transaksi QRIS Ungkap Kekuatan Baru Ekonomi Digital Indonesia Doc: Antara
Ket. Seorang konsumen dengan membayar melalui QRIS. Standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia mendorong efisiensi investasi, memperkuat UMKM, dan menjadi fondasi transformasi ekonomi nasional.

JAKARTA — Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kini menjadi sistem pembayaran nontunai terbesar di Indonesia. Jumlah penggunanya telah mencapai 58 juta konsumen dan 41 juta merchant, di mana 93,16 persen diantaranya merupakan pelaku UMKM.

Berdasarkan data Bank Indonesia per Agustus 2025, hingga Semester I 2025 QRIS telah mencatat 6,05 miliar transaksi dengan nilai mencapai Rp579 triliun. Tidak hanya di dalam negeri, QRIS juga telah dapat digunakan untuk transaksi lintas negara di Thailand, Malaysia, Filipina, Singapura, Vietnam, Laos, Brunei, Jepang dan Korea.

Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti) memandang bahwa menguatnya peran QRIS sebagai instrumen pembayaran nontunai menjadi indikator penting dari pesatnya perkembangan digitalisasi dalam sepuluh tahun terakhir. Digitalisasi kini menunjukkan potensinya sebagai salah satu sektor unggulan baru dalam perekonomian Indonesia, dan keberhasilannya paling tampak dari meningkatnya penggunaan QRIS dalam transaksi harian masyarakat.

“Adopsi QRIS melonjak pesat dalam lima tahun terakhir, dengan nilai transaksi yang hampir tiga kali lipat setiap tahun. Perkembangan ini membantu UMKM mengelola keuangan dengan lebih baik, mengurangi risiko keamanan, serta memberikan kenyamanan pembayaran nontunai bagi konsumen,” ujar Research Director Prasasti, Gundy Cahyadi melalui keterangannya pada hari Jumat (5/12).

Prasasti menilai keberhasilan QRIS mencerminkan pengaruh digitalisasi terhadap penguatan fondasi ekonomi Indonesia. Riset Prasasti menunjukkan bahwa digitalisasi mampu membuat investasi hampir dua kali lebih efektif dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi.

Sebelumnya, riset Prasasti menunjukan ICOR (Incremental Capital Output Ratio) segmen ekonomi yang telah terdigitalisasi hanya 4,3, lebih rendah dari ICOR nasional di level 6,6. ICOR adalah ukuran yang menunjukkan seberapa banyak investasi yang dibutuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi (GDP). Semakin kecil ICOR, berarti investasi yang dikeluarkan lebih efisien dalam menghasilkan pertumbuhan. Semakin besar ICOR, berarti investasi perlu lebih banyak untuk menaikkan ekonomi.

Lebih jauh, Prasasti menekankan bahwa digitalisasi bukan sekadar perkembangan e-commerce atau media sosial, melainkan pengungkit ekonomi lintas sektor yang harus terdistribusi merata di seluruh wilayah. Pemerintah telah menempatkan digitalisasi UMKM sebagai salah satu agenda prioritas, mengingat kontribusi besar sektor ini terhadap perekonomian nasional. Namun, intensitas digital UMKM Indonesia dinilai masih rendah dan menjadi tantangan utama untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Fenomena hollow middle atau minimnya jumlah usaha menengah di tengah dominasi usaha mikro (kecil) dan korporasi (besar)) menjadi salah satu hambatan struktural yang disorot Prasasti. Digitalisasi dipandang dapat menjadi katalis untuk mendorong UMKM naik kelas melalui akses teknologi, perluasan pasar, dan pembiayaan digital.

“QRIS menjadi salah satu pintu masuk dalam proses ini. Selain memperkuat literasi digital dan kebiasaan pembayaran nontunai, catatan transaksi QRIS dapat dimanfaatkan sebagai data alternative credit scoring untuk memperluas akses pembiayaan UMKM yang selama ini sulit dijangkau lembaga keuangan formal,” urai Gundy.

Gundy menambahkan, pemerintah juga memiliki peluang mengintegrasikan data QRIS dengan sistem perpajakan digital untuk meningkatkan transparansi dan kepatuhan pajak. Di luar UMKM, Prasasti mengidentifikasi sejumlah sektor berdampak tinggi yang masih memiliki Tingkat digitalisasi rendah dan dapat menjadi quick wins bagi percepatan transformasi ekonomi.

Salah satu sektor tersebut adalah administrasi pemerintahan. Pengembangan platform data terpadu dan digitalisasi alur pelayanan public dipandang dapat mengurangi hambatan birokrasi, mempercepat layanan, sekaligus memperbaiki peringkat ease of doing business Indonesia.

“Digitalisasi bukan hanya peningkatan teknologi. Ini adalah fondasi penting yang dapat mendorong produktivitas, memperkuat daya saing UMKM, dan menjadi pilar utama transformasi ekonomi jangka Panjang Indonesia,” lanjut Gundy.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Karhutla Gunung Ciremai Mulai Terkendali

50 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Karhutla Gunung Ciremai Mul...

TPA Rawa Kucing Terbakar Lagi

58 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
TPA Rawa Kucing Terbakar Lagi
Nasional
BMKG: Siklon Champi Ubah Ar...

Topan Champi Terjang Taiwan

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Topan Champi Terjang Taiwan
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.