Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bupati Donggala: Sejumlah Wilayah Diprediksi Rawan Banjir dan Longsor Akhir 2025

📅 Jumat, 05 Des 2025, 10:10 WIB | Oleh:
Bupati Donggala: Sejumlah Wilayah Diprediksi Rawan Banjir dan Longsor Akhir 2025 Doc: Antara Foto
Ket. Bupati Donggala Vera Elena Laruni (tengah) saat berkunjung ke wilayah Sojol, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (5/12/2025)

Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut. 

Bupati Donggala Vera Elena Laruni mengatakan terdapat sejumlah wilayah diproyeksikan memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap banjir dan tanah longsor pada akhir tahun 2025.

"Daerah yang rawan terjadi bencana ini seperti Kecamatan Banawa Selatan, Banawa Tengah, Banawa, Labuan, Tanantovea, Balaesang Tanjung, dan Sojol Utara," kata Vera saat ditemui media di Donggala, Jumat.

Ia mengemukakan pemetaan wilayah-wilayah itu dilakukan berdasarkan data kajian risiko yang terus diperbarui termasuk riwayat bencana yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah daerah saat ini sudah melakukan berbagai upaya mitigasi secara struktural dan non struktural seperti membangun tanggul, bronjong di tepian sungai rawan banjir, serta pengelolaan tebing melalui perawatan vegetasi untuk mencegah terjadinya longsor.

"Tentunya ini melibatkan organisasi perangkat daerah terkait lainnya dan memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat," ucapnya.

Ia menuturkan saat ini setiap desa sudah diperkuat dengan keberadaan relawan yang telah dibekali pelatihan tanggap darurat oleh BPBD Donggala.

"Jadi ada juru bencana di tiap wilayah yang yang siap sedia dan siaga memberikan informasi lebih awal kepada kami saat terjadi bencana, sehingga hal ini efektif dalam menekan risiko dan mempercepat respons ketika bencana terjadi," sebutnya.

Vera memastikan pihaknya tetap bersinergi dengan seluruh lintas sektor dan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) setempat agar kesiapsiagaan berjalan optimal.

"Harapannya masyarakat tetap waspada terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir dan longsor," kata dia.

Berdasarkan analisis cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa potensi bencana hidrometeorologi diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Luar Negeri
Pintu Uni Eropa Terbuka Leb...
Nasional
Menuju Tol Tanpa Gerbang, P...

Presiden Serbia Aleksandar Vucic Mengundurkan Diri

58 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Presiden Serbia Aleksandar ...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.