Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tegakkan Hukum, Jangan hanya Umbar Janji di Tengah Masyarakat yang Berduka di Sumatera

📅 Kamis, 04 Des 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Tegakkan Hukum, Jangan hanya Umbar Janji di Tengah Masyarakat yang Berduka di Sumatera Doc: istimewa

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto seperti disampaikan Ketua MPR Ahmad Muzani telah menerima laporan komprehensif penyebab bencana alam di Sumatera.

Para pemerhati lingkungan pun meminta ketegasan Pemerintah menindak pelaku perusakan lingkungan yang menyebabkan banjir dengan jumlah korban meninggal ratusan bahkan bisa mencapai ribuan.

Manager Kampanye Hutan dan Kebun Walhi Nasional, Uli Arta Siagian mengatakan sudah sangat jelas terlihat penyebab bencana ekologis karena pengurus negara lalai dan membiarkan korporasi melakukan eksploitasi secara tidak bertanggungjawab.

Sebab itu, tanggung jawab pengurus negara adalah mengevaluasi seluruh izin perusahaan yang ada di Indonesia, terkhususnya di ekosistem penting dan genting.

“Jika harus dilakukan pencabutan izin, maka itu harus dilakukan.

Janji pencabutan izin itu sekarang kami tagih, kami punya nama-nama perusahaannya, silakan evaluasi dan lakukan penegakan hukum.

Jangan hanya berjanji di tengah ratusan ribu orang tengah berduka di Sumatera,”tegasnya.

Berdasarkan catatan Walhi, bencana kata Uli disebabkan oleh kerentanan ekologis yang terus meningkat akibat perubahan bentang ekosistem penting seperti hutan dan diperparah oleh krisis iklim.

Periode 2016 hingga 2025, seluas 1,4 juta hektar hutan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang telah terdeforestasi akibat aktivitas 631 perusahaan pemegang izin tambang, HGU sawit, perizinan berusaha pemanfaatan hutan (PBPH), geotermal, izin pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga mini hidro (PLTM).

“Jika dilihat lebih detail, bencana di tiga provinsi ini bersumber dari wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) besar yang hulu-nya berada di bentang hutan Bukit Barisan,” ungkap Uli.

Pembalakan Liar

Sebelumnya, Ketua MPR, Ahmad Muzani seusai menemui Presiden RI Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/12) sore mengatakan Presiden sudah mengetahui penyebab utama bencana Sumatera, termasuk dugaan pembalakan liar.

Hal itu paparnya, terlihat dari berbagai foto dan rekaman lapangan yang diamati, terlihat jelas tumpukan kayu hanyut yang diduga bukan berasal dari pohon-pohon roboh akibat badai, melainkan kayu bekas tebangan lama.

Temuan itu, mengindikasikan bahwa pembalakan liar kemungkinan menjadi salah satu faktor yang memperparah dampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Produk UMKM Dipromosikan Lewat Njajan Fest di Rembang

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.