Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Israel Buka Lagi Perlintasan Rafah: Warga Gaza Bisa Tinggalkan Wilayah Lewat Mesir

📅 Rabu, 03 Des 2025, 20:00 WIB | Oleh:
Israel Buka Lagi Perlintasan Rafah: Warga Gaza Bisa Tinggalkan Wilayah Lewat Mesir Doc: Reuters
Ket. Truk - truk pengangkut bantuan kemanusiaan memasuki perlintasan ke Jalur Gaza di perbatasan Rafah di sisi Mesir, di tengah gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza, di Rafah, Mesir, 17 Oktober 2025

JAKARTA - Israel memutuskan untuk kembali membuka Perlintasan Rafah yang menghubungkan Gaza dengan Mesir setelah penutupan panjang sejak invasi Mei lalu. Kebijakan ini memungkinkan warga Gaza untuk melintasi perbatasan dan keluar dari wilayah yang dilanda konflik.

Keputusan tersebut diumumkan setelah negosiasi panjang antara Israel, Mesir, dan berbagai pihak internasional. Pembukaan perlintasan ini dianggap sebagai langkah penting bagi warga sipil yang ingin mencari tempat aman di tengah kondisi yang semakin tidak stabil.

Israel sebelumnya mengambil alih kontrol Perlintasan Rafah dari pihak Mesir karena alasan keamanan. Pengambilalihan itu membuat perlintasan sepenuhnya ditutup dan menyebabkan ribuan warga Gaza terjebak tanpa jalan keluar.

"Kami akan membuka jalur ini secara terbatas untuk kepentingan kemanusiaan," ujar pernyataan resmi otoritas Israel.

Rafah merupakan jalur utama yang digunakan warga Gaza untuk keluar dari wilayah tersebut sejak bertahun-tahun lalu. Tanpa jalur ini, ribuan keluarga tidak memiliki alternatif untuk melarikan diri dari eskalasi kekerasan.

Menurut laporan France24 pembukaan ini akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan proses pemeriksaan keamanan berjalan sesuai prosedur Israel. Pemeriksaan tersebut mencakup pengecekan identitas, screening keamanan, dan verifikasi dokumen perjalanan.

Di sisi lain, Mesir menyatakan siap menerima warga Gaza yang masuk melalui Rafah dalam kuota terbatas. Pemerintah Mesir menegaskan bahwa mereka hanya akan mengizinkan masuknya warga tertentu seperti pasien, pemegang visa, dan mereka yang telah mendapat izin khusus.

"Semuanya akan dilakukan dengan pengawasan penuh dan mekanisme yang telah disepakati," kata salah satu pejabat Mesir.

Warga Gaza menyambut kabar ini dengan harapan besar karena banyak dari mereka telah menunggu izin keluar berbulan-bulan lamanya. Banyak keluarga yang kini menyiapkan dokumen agar bisa segera meninggalkan wilayah yang terus terkena serangan.

Organisasi kemanusiaan menilai pembukaan kembali Rafah merupakan perkembangan penting namun masih jauh dari cukup untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang melanda Gaza. Mereka meminta agar akses lebih luas diberikan untuk evakuasi dan bantuan medis.

Konflik yang terus berlanjut membuat situasi di Gaza semakin memburuk dari hari ke hari. Rumah sakit kehabisan tenaga medis, suplai makanan minim, dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal.

Sejumlah analis politik menganggap pembukaan Rafah ini sebagai bagian dari upaya meredakan tekanan internasional terhadap Israel. Tekanan tersebut datang dari berbagai negara yang mendesak agar akses kemanusiaan diperlonggar.

Selain itu pembukaan jalur tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian global terhadap kondisi warga Gaza yang terjebak tanpa akses keluar. Komunitas internasional terus meminta jaminan keselamatan bagi warga yang ingin menyelamatkan diri.

Meski perlintasan kembali dibuka, proses perjalanan warga Gaza tetap tidak mudah karena pembatasan masih diberlakukan secara ketat. Ribuan orang diperkirakan akan mengantri untuk bisa keluar dalam beberapa hari mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Penampilan Kadet Mahasiswa ...

Umat Buddha Gelar Ritual Pemandian Rupang Buddha

35 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Umat Buddha Gelar Ritual Pe...
Megapolitan
Atraksi Budaya Liong dan Ba...
Olahraga
Raymond/Joaquin Gagal Juara...
Olahraga
Jonatan Christie Harus Puas...
Luar Negeri
Iran Lancarkan Serangan Rud...
Nasional
Open Ship KRI Teluk Kupang-519
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.