75 Tahun Seminari Stella Maris, Para (Mantan) Rektor Buka Kartu
📅 Senin, 01 Des 2025, 19:53 WIB | Oleh: Aloysius WidiyatmakaPerjalanan Seminari Stella Maris sangat panjang dan berliku. Secara garis besar, seminari diawali di Cicurug, Sukabumi menempati biara OFM, tahun 1950. Biara Fransiskan ini sekarang bagian dari kompleks Gereja Hati Maria Tak Bernoda, Cicurug.

Awal dari Cicurug, Sukabumi
Rektor pertama dijabat RP Vermeulen OFM (1950-1955). Kemudian dilanjutkan dengan RP Koesnen OFM (1955-1959), dan terakhir dipegang oleh RP Van der Laan OFM. Selain jumlah seminaris makin banyak, juga ada kesulitan mencari guru-guru, maka seminari hijrah ke Bogor. Periode Cicurug berlangsung selama 11 tahun, 1950-1961.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mgr Geise akhirnya memindahkan seminari dari Cicurug ke Sukasari. Di awal keberadaannya di Sukasari, para seminaris harus tinggal dengan para internat (calon bruder). Namun setahun berlalu, para internat ini meninggalkan Sukasari sebab izin sudah habis. Dengan perpindahan para internat ini, menandakan bahwa seminari bisa menetap di Sukasari dengan gedung yang terpisah dari lembaga lain.
Para rektor yang menjabat saat periode Sukasari ini adalah RP Wijbrands OFM (1961-1962) yang kemudian dilanjutkan oleh RP Ismael OFM. Seminari Sukasari hanya tiga tahun, 1961-1963. Dari Sukasari, seminari hengkang ke Jalan Kapten Muslihat. Awalnya seminari menempati Balai Pemuka Katolik. Lalu menempati gedung bekas Panti Asuhan StVincentius yang pindah ke Kramat Raya, Jakarta.
Periode Kapten Muslihat dimulai dari tahun 1963 hingga pindah ke Kahuripan. Rektor dan romo yang lama di sini antara lain, tentu saja Pater Wijbrands dan Romo Sudjarwo.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penuh Sukacita
Acara reuni itu sendiri berlangsung sederhana namun meriah, penuh sukacita. Para alumni: ada yang jadi pastor, banyak sekali yang gagal, bergembira-ria saling temu kangen. Malam keakraban di kebun dalam seminari sangat live, karena ada musik hidup dengan penyanyi-penyanyi internal seminaris dan para alumni.

malam keakraban
Acara sangat seru ketika salah satu alumnus menghambur-hamburkan uang ke arah anak-anak seminari. Kontan saja para seminaris mengejar uang yang beterbangan.

Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!