Manila Memanas, Puluhan Ribu Orang Turun ke Jalan Kecam Kasus Korupsi
📅 Minggu, 30 Nov 2025, 23:23 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP/Jam Sta Rosa
TOKYO - Ribuan pendemo memadati jalan-jalan di Filipina pada Minggu (30/11) menuntut para pejabat tinggi negara itu untuk mengundurkan diri, dalam aksi protes terbaru yang digelar di kota-kota utama sebagai perlawanan atas korupsi yang meluas.
Para pendemo berjalan menuju Istana Malacanang sambil membawa bendera merah dan spanduk, seraya meneriakkan "Presiden Ferdinand Marcos Jr, Raja para koruptor".
Mereka sempat berhadapan dengan polisi, yang telah memasang barikade di sekeliling lokasi, sebelum akhirnya bubar tanpa bentrokan.
Menurut laporan polisi dan media lokal, setidaknya 25.000 orang bergabung dalam demonstrasi di Manila dan di berbagai tempat yang diorganisir oleh kelompok masyarakat sipil.
Serangkaian aksi demo, termasuk yang terjadi pada September memicu kerusuhan dan menewaskan satu orang, muncul setelah Marcos memerintahkan untuk menyelidiki proyek-proyek penanggulangan banjir pemerintah yang diduga menyimpang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Skandal tersebut diduga menghabiskan dana 1 triliun peso, atau sekitar 17 miliar dollar AS (sekitar Rp283,1 trilyun), yang dialokasikan untuk proyek-proyek yang di bawah standar atau bahkan tidak ada selama 15 tahun terakhir.
Seorang mahasiswa yang ikut dalam demonstrasi tersebut mengatakan bahwa Marcos dan Wakil Presiden Sara Duterte harus dimintai pertanggungjawaban dan semua pejabat korup harus dipenjara.
Aktivis Renato Reyes mengatakan, "Marcos tidak bisa cuci tangan dan berpura-pura tidak terlibat... Korupsi kini menggedor-gedor Kantor Presiden." Ant/Kyodo
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!