Kementerian PU Kerahkan 100 Lebih Alat Berat Tangani Bencana Sumatera
📅 Minggu, 30 Nov 2025, 23:24 WIB | Oleh: Tim RedaksiDukungan tim tanggap darurat telah digerakkan menuju kawasan pantai timur Aceh yakni wilayah Pidie Jaya dengan pengerahan 5 personel, 10 unit hidran umum beserta kaki HU yang seluruhnya sudah terisi air, serta 2 unit mobil tangki air. Di Kabupaten Pidie, 5 personel tambahan juga dikirim bersama 1 truk, 5 unit HU, dan 2 mobil tangki air. Tim juga bertugas di Bireuen dengan 5 personil, 1 truk, 3 unit HU yang telah terisi air, serta 2 mobil tangki air untuk menunjang suplai kebutuhan warga.
Penanganan di Sumbar
Di Sumatera Barat, penanganan cepat telah dilakukan BWS Sumatera V, BPJN Sumbar, dan BPBPK Sumbar dengan total 38 alat berat untuk menangani dampak banjir dan longsor di Padang, Padang Pariaman, Agam, Solok, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Pasaman, Padang Panjang, dan Solok Selatan.
Di Kota Padang, penanganan dilakukan di 16 lokasi yang meliputi pengerukan sedimen dengan excavator long arm di intake PDAM Kampung Koto, pengoperasian dua unit pompa bergerak untuk mengurangi genangan di Ulak Karang Utara, serta pengaktifan stasiun pompa banjir di kawasan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengerukan sedimen juga dilakukan di Koto Tangah Batang Aia Dingin, Gurun Laweh–Nanggalo, Jalan Ombilin Kampung Lapai, intake Unand Limau Manis, dan intake Gunung Nago. Selain itu, BWS Sumatera V mengirim 4 excavator standar dan satu long arm untuk penanganan tambahan di Palukahan Gadang, Tabing Banda Gadang, Bendung/Check Dam Gunung Nago, Balai Gadang, dan intake Gunung Pangilun Nanggalo.
BWS Sumatera V juga memenuhi permintaan darurat dari Universitas Andalas dengan mengirim alat berat serta pipa pengganti sepanjang 70 meter untuk memulihkan suplai air baku ke Kampus Unand dan RS Unand. Di Padang Pariaman, penanganan mencakup normalisasi muara Batang Ulakan dan pembersihan material longsor di saluran induk DI Batang Anai.
Sementara itu, di Agam dikirim satu unit excavator standar untuk pembersihan material banjir di beberapa titik. Kemudian penanganan di wilayah Solok dan Kota Solok mencakup 12 lokasi, dengan dukungan 250 bronjong serta pengerahan excavator untuk memperbaiki alur sungai di daerah Selayo Batang Gawan, Paninggahan Batang Paninggahan, dan Batang Saniang Baka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di Kabupaten Pesisir Selatan, bantuan 160 geobag telah disalurkan, sementara di Tanah Datar BWS mengirim satu excavator standar dan 200 bronjong untuk normalisasi Batang Malalo. Untuk Kabupaten Pasaman, direncanakan pemasangan bronjong sepanjang 300 meter guna menahan laju erosi.
Di Kota Padang Panjang, disalurkan bantuan 100 geobag dan BPJN Sumbar juga mengerahkan dua wheel loader. Adapun di Solok Selatan, pembersihan sedimen banjir dilakukan secara bertahap di daerah yang alur sungainya terganggu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!