Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kementerian PU Kerahkan 100 Lebih Alat Berat Tangani Bencana Sumatera

📅 Minggu, 30 Nov 2025, 23:24 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kementerian PU Kerahkan 100 Lebih Alat Berat Tangani Bencana Sumatera Doc: istimewa
Ket. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus meningkatkan dukungan penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

JAKARTA- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus meningkatkan dukungan penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

Seluruh unit organisasi teknis yang meliputi Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Balai Wilayah Sungai (BWS), dan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) di masing-masing provinsi terdampak telah dikerahkan untuk memastikan akses kembali terbuka, infrastruktur vital berfungsi, serta bantuan logistik dan layanan dasar dapat segera menjangkau masyarakat terdampak.

Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan seluruh jajaran untuk bergerak cepat mengirim bantuan ke lapangan sejak hari pertama bencana. 

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan penanganan bencana dilakukan secara terpadu dan percepatan pengerahan alat berat menjadi prioritas utama Kementerian PU sejak hari pertama menerima laporan terjadinya bencana. 

“Dalam situasi darurat, kecepatan dan kolaborasi adalah kunci. Kementerian PU telah menggerakkan seluruh sumber daya mulai dari alat berat, personel teknis, termasuk dukungan logistik untuk membantu penanganan bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh,” kata Dody di Jakarta, Minggu (30/11).

Penanganan bencana di Sumatera Utara dilaksanakan oleh BPJN Sumatera Utara bersama BBWS Sumatera II dan BPBPK Sumut. Banjir dan longsor melanda 11 kabupaten/kota, termasuk Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan Dairi, dengan kerusakan terparah terjadi pada dua jalur strategis yang menjadi akses utama logistik.

Ruas Tarutung–Sipirok terdapat 49 titik longsor dan hingga 29 November pukul 20.00 WIB, sebanyak 14 titik telah berhasil dibersihkan. Selanjutnya ruas Tarutung–Sibolga yang terdampak 35 titik dan penanganan telah mencapai 17 lokasi. Selain longsor, terdapat 17 titik jalan putus terdiri dari 13 kerusakan badan jalan dan 4 kerusakan pada jembatan atau oprit.

BPJN Sumut mengerahkan 38 alat berat yang sudah berada di lokasi dan 9 lainnya sedang dalam perjalanan. Sementara total kebutuhan penanganan sebanyak 52 unit, sehingga masih dibutuhkan tambahan lima alat berat untuk memperkuat pekerjaan di lapangan. Dukungan bahan bakar sebanyak 3.000 liter telah terpenuhi untuk kebutuhan operasional satu hari ke depan, sedangkan suplai berikutnya terus disiapkan secara bertahap.

Kementerian PU juga menyiapkan material penanganan darurat seperti geobag, sheet pile, dan jembatan bailey. Hingga saat ini, akses darat menuju Kota Sibolga dan wilayah Tapanuli Tengah masih terhambat, sementara komunikasi hanya dapat dilakukan melalui jaringan satelit Starlink yang dipasang instansi terkait.

BBWS Sumatera II memperkuat penanganan dengan mengirim 2 unit excavator, 2 perahu karet, serta bantuan bahan banjir untuk kebutuhan darurat. Pembukaan akses Tarutung–Sibolga telah mencatat progres 28 titik, sementara akses Tarutung–Sipirok juga mulai terbuka dengan selesainya penanganan pada satu titik kritis. 

Selain itu, BBWS melakukan pembersihan material longsor di Humbang Hasundutan dan membantu evakuasi warga yang terjebak genangan banjir di Kota Medan menggunakan dua perahu karet. Bantuan kemanusiaan berupa 50 selimut, kasur, dan paket sembako juga telah disalurkan.

Penanganan di Aceh

Di Provinsi Aceh, penanganan terpadu dilakukan oleh BWS Sumatera I, BPJN Aceh, dan BPBPK Aceh dengan pengerahan 31 alat berat. Fokus penanganan pada titik-titik longsor, wilayah banjir terparah, penyediaan layanan dasar air bersih, sanitasi darurat, dan dukungan logistik. 

BPBPK Aceh juga telah memobilisasi 6 unit mobil tangki air, 3 unit dump truck, 1 truk penyedot tinja, 2 mobil toilet portable, 1 unit double cabin, 5 tenda hunian darurat, 10 velbed, 2 genset 2,5 kVA, 5 unit toilet portable tambahan, 30 hidran umum, serta 7 tangki biofilter berkapasitas dua meter kubik. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Wali Kota Bandung Sebut Pem...
Daerah
BNN Kota Bandung Ajak Masya...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.