Kelangkaan BBM Belum Pulih, Harga Pengecer di Madina Meroket Imbas Banjir dan Longsor
📅 Minggu, 30 Nov 2025, 20:25 WIB | Oleh: OpikAtas langkanya BBM di wilayah itu warga mendesak Polres Mandailing Natal (Madina) menertibkan praktik mobil tangki rakitan atau “tangki siluman” yang diduga mengisi BBM dalam jumlah tidak wajar di sejumlah SPBU.
Warga menilai keberadaan tangki rakitan ini memperparah kelangkaan dan mengganggu distribusi BBM bagi masyarakat umum. Karena itu, warga meminta aparat memperketat pengawasan, termasuk memastikan penerapan sistem barcode MyPertamina berjalan optimal.
Masyarakat menekankan bahwa setiap kendaraan yang melakukan pengisian wajib melalui proses pemindaian barcode untuk verifikasi, sehingga tidak ada lagi kendaraan modifikasi atau tangki rakitan yang bisa melakukan pengisian berkali-kali tanpa kontrol.
Selain itu, mereka juga berharap penindakan tegas terhadap pelanggaran dan penerapan sistem digital dapat menjamin ketersediaan BBM bagi kendaraan masyarakat yang sangat bergantung pada bahan bakar untuk aktivitas harian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemkab Minta Warga Tidak Panik
Kadis Perdagangan Parlin Lubis juga menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan pasokan BBM setiap saat dan memastikan percepatan pemulihan distribusi.
“Kita berharap dalam beberapa hari ke depan pendistribusian kembali normal sehingga suplai di SPBU stabil,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan meminta petugas SPBU memprioritaskan kendaraan bermotor agar mobilitas masyarakat tidak terganggu. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!