Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Minta Lebanon Kembalikan Bom Presisi GBU-39 yang Gagal Meledak di Markas Hizbullah

📅 Minggu, 30 Nov 2025, 00:05 WIB | Oleh:

Kehadiran senjata asli Amerika yang canggih di daerah yang dilengkapi dengan baik di daerah yang dikuasai Hizbullah membuat masalah ini melampaui ancaman UXO yang sama dan berubah menjadi krisis strategis prioritas tinggi bagi Washington.

Dengan negosiasi gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah pada tingkat yang sangat rapuh, penemuan bom memperkenalkan unsur-unsur baru yang berpotensi menggagalkan upaya diplomatik, memaksa Amerika Serikat untuk bertindak cepat untuk memastikan bahwa “trofi teknologi” untuk oposisi.

Diplomat Amerika Serikat itu segera menghubungi kantor Perdana Menteri Libanon, Najib Mikati, dalam beberapa jam setelah insiden itu, menuntut penyerahan segera dan memperingatkan risiko “akses ilegal yang dapat membahayakan kepentingan keamanan Amerika Serikat.”

Bagi Washington, kembalinya GBU-39B bukan hanya tindakan keamanan tetapi kebutuhan eksistensial yang tak terbantahkan.

GB-39B Small Diameter Bomb adalah salah satu serangan paling strategis yang tepat dalam inventaris AS dan diperkirakan antara 70.000 hingga 90.000 dolar AS per unit tergantung pada konfigurasinya.

Sementara biayanya lebih rendah daripada bom berukuran besar, nilai sebenarnya dari GBU-39B terletak pada investasi multi-miliar dolar dalam teknologi yang mendukung kombinasi berbagai fitur yang luar biasa — jarak serangan, akurasi, tingkat keterlacakan rendah, ukuran kompak, dan kemampuan operasional dalam cuaca apa pun.

Dengan berat hanya 250 pon (113 kilogram), ukuran kompak bom memungkinkan pesawat tempur untuk membawa hingga empat kali lebih banyak penguncian daripada muatan rata-rata, memungkinkan F-15E, F-35, dan F-16 untuk menyerang beberapa target bernilai tinggi pada satu misi.

Sayap bom akan dibuka segera setelah dirilis, memungkinkannya untuk meluncur naik 74 kilometer (40 mil laut), keuntungan yang sangat penting dari misi perang kebuntuan modern di mana pesawat harus menangkap target tanpa memasuki zona pertahanan udara berisiko tinggi.

Sistem panduan dual-mode bom GPS-INS mempertahankan akurasi kurang dari lima meter bahkan di lingkungan perang elektronik Rusia, Iran atau Cina yang dirancang untuk mengganggu atau mengganggu sinyal satelit.

Kombinasi presisi, jangkauan serangan dan kemampuan operasional dalam cuaca ekstrem membuat SDB menjadi senjata yang sangat efektif di lingkungan perkotaan yang padat penduduk seperti Gaza, Lebanon selatan, dan zona konflik Suriah, di mana akurasi menjadi kebutuhan untuk mengurangi kerusakan insidental sambil mempertahankan dampak strategis.

Israel telah banyak menggunakan GBU-39B sejak memperoleh penguncian melalui program Penjualan Militer Asing Amerika Serikat (FMS), dan telah menjadi tulang punggung hampir setiap kampanye udara sejak 2010 termasuk operasi 2024 di Gaza serta “serangan pemenggalan” terhadap struktur kepemimpinan Hizbullah.

Lebih dari sekadar senjata operasi, GBU-39B mengandung komponen yang sangat sensitif seperti modul anti-jamming, penerima GPS yang diperkuat, giroskop mikroelektronik, bahan komposit aerodinamis serta algoritma perangkat lunak rahasia yang terintegrasi dengan jaringan militer Amerika Serikat.

Komponen-komponen ini adalah ‘kekayaan intelektual strategis’ yang ingin dilindungi Washington agar tidak jatuh ke tangan kekuatan pesaing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Alun-alun Bandung Resmi Dibuka Lagi! Walkot Farhan: Jam Operasionalnya Pukul 08.00-16.00 WIB

Alun-alun Bandung Resmi Dibuka Lagi! Walkot Farhan: Jam Operasionalnya Pukul 08.00-16.00 WIB

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.