Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Komisi VII DPR: Pemisahan Lembaga Isu Krusial dalam RUU Kepariwisataan

📅 Selasa, 29 Jul 2025, 16:30 WIB | Oleh:
Komisi VII DPR: Pemisahan Lembaga Isu Krusial dalam RUU Kepariwisataan Doc: ANTARA/Yudi Manar
Ket. Ketua Tim Komisi VII DPR Chusnunia Chalim (kiri) memberikan pernyataan saat Kunjungan Kerja Spesifik di Kampus Politeknik Teknologi Kimia Industri, Medan, Sumatera Utara.

Jakarta -- Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mengatakan bahwa pemisahan kelembagaan menjadi isu krusial yang dibahas dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Pemisahan yang dimaksud, kata dia, yakni antara lembaga yang mengatur kepariwisataan secara umum yakni di tingkat kementerian, dan badan yang memiliki peran kepariwisataan lebih spesifik.

"Bagaimana kelembagaan pariwisata yang ada bisa lebih kuat lebih fokus untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kepariwisataan, maupun manajemen destinasi, dan bagaimana agar bisa lebih baik," kata Chusnunia saat menghadiri forum diskusi parlemen secara daring di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan bahwa Indonesia bisa mencontoh negara-negara lain yang memisahkan kelembagaan untuk sektor kepariwisataan, yakni Jepang hingga Korea.

Dia menilai RUU tersebut diperlukan untuk menyesuaikan perkembangan sektor kepariwisataan. Pasalnya, menurut dia, sejauh ini Indonesia masih belum bisa secara signifikan bersaing secara global untuk mengejar ketertinggalan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.

Untuk wisatawan domestik, menurut dia, Indonesia memiliki angka kunjungan yang tinggi. Namun jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia, masih lebih sedikit dibandingkan negara tetangga, seperti Vietnam atau Malaysia.

Selain pemisahan lembaga, menurut dia, pembangunan ekosistem pariwisata juga merupakan hal yang penting. Dari fakta di lapangan, menurut dia, destinasi wisata tidak bisa berdiri sendiri dan harus didukung oleh kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah masing-masing.

"Kebijakan pemerintah pusat maupun provinsi, daerah, tidak bisa sepotong-sepotong yang tidak mempertimbangkan ekosistem kepariwisataan, dan hal ini perlu kita tuangkan ke dalam suatu aturan," katanya.

Salah satu masalah pariwisata terjadi di Indonesia adalah soal pemasaran. Padahal, kata dia, Indonesia memiliki modal keindahan alam yang cukup kuat dan bisa disandingkan dengan negara lain.

"Nah itulah yang menjadikan kita perlu melakukan pembenahan-pembenahan apa-apa saja isu-isu krusial di dalam RUU Kepariwisataan ini," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.