Salah Urus di Awal, Pertumbuhan Ekonomi 2025 Sulit Capai Target 5,2%
📅 Jumat, 28 Nov 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA - Perekonomian Indonesia 2025 diperkirakan sulit mencapai target yang ditetapkan Pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 5,2 persen. Sulitnya mencapai target tersebut karena ekonomi di awal tahun khususnya triwulan I-2025 sudah salah urus di dalam, tetapi Pemerintah ketika itu selalu berdalaih akibat faktor ketidakpastian ekonomi global.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Kamis (27/11) mengatakan perlambatan ekonomi Indonesia pada Januari-Agustus 2025 bukan karena global. Perlambatan itu lebih dinilai karena salah urus yang kini telah diperbaiki.
“Jadi kalau dilihat dari sini, perlambatan ekonomi kita sepanjang delapan bulan pertama tahun ini bukan karena global saja. Mungkin bukan karena global, mungkin karena salah urus di dalam yang sudah kita perbaiki,” kata Purbaya.
Seiring dengan perbaikan itu, Menkeu pun optimistis pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2025 bisa berada di rentang 5,6-5,7 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri mencatat realisasi pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2025 di angka 4,87 persen, kemudian meningkat menjadi 5,12 persen pada triwulan II, dan kembali melambat ke level 5,04 persen pada triwulan III. Dengan skenario pertumbuhan triwulan IV-2025 mampu mencapai 5,7 persen, maka secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi hanya akan berada di level 5,18 persen.
“Kami berharap ekonomi di triwulan IV bisa tumbuh 5,6-5,7 persen. Kalau ini terjadi, maka momentum pertumbuhan ekonomi kita sudah berbalik, dari melambat ke arah percepatan. Laju pertumbuhan ekonomi setahun penuh bisa mencapai 5,2 persen,” kata Purbaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu sinyal pemulihan ekonomi, kata Menkeu terlihat pada pergerakan pasar saham yang naik signifikan. Pada penutupan perdagangan Rabu (26/11), misalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus rekor baru di posisi 8.602.
Meski pasar saham kerap dianggap hanya dinikmati oleh kalangan tertentu, namun Purbaya meyakini rekor baru IHSG menjadi sinyal positif bagi investor jangka panjang bahwa terjadi perbaikan kondisi ekonomi. Pada akhirnya, investor jangka pendek juga akan ikut masuk bila kinerja positif bisa terus dipertahankan.
Dia pun meyakini kebijakan penempatan dana pemerintah atau Saldo Anggaran Lebih (SAL) di bank-bank Himbara yang sudah mencapai 276 triliun rupiah menjadi salah satu faktor pendorong pemulihan ekonomi. Stimulus itu juga meningkatkan optimisme masyarakat dan kembali memicu pergerakan ekonomi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia merujuk pada data indeks kepercayaan konsumen terhadap kinerja pemerintah oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang meningkat menjadi 113,3 pada Oktober 2025 dari sebelumnya 101,5 pada September 2025.
“Kuncinya ke depan adalah kita harus terus jaga momentum perbaikan ini. Jangan sampai hilang sehingga kita bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih tinggi lagi. Kalau kita bisa jaga sih, tahun depan kita bisa tumbuh 6 persen dengan tidak terlalu sulit,” kata Purbaya.
Menuntut Konsistensi
Manajer Riset Seknas Fitra, Badiul Hadi, mengatakan target pertumbuhan ekonomi berapa pun, termasuk target 5,2 persen pada 2025 yang ditetapkan pemerintah dalam APBN pada dasarnya menuntut konsistensi pemulihan aktivitas ekonomi sepanjang tahun.
Namun, jika mengikuti pola realisasi pertumbuhan triwulanan dari triwulan I di level 4,87 persen, lalu 5,12 persen di triwulan kedua dan 5,04 persen di triwulan ketiga, maka capaian tersebut membutuhkan akselerasi signifikan pada triwulan IV.
“Jika optimal skenario ini memang dapat mendorong pertumbuhan tahunan mendekati 5,2 persen. Dengan catatan pertumbuhan triwulan keempat harus mencapai level tertinggi sepanjang tahun, meski tren triwulan sebelumnya menunjukkan perlambatan kembali,”kata Badiul.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!