Detik-Detik Delapan Rumah di Singkawang Terbakar, Seorang Anak Perempuan Tewas, Ini Kronologinya!
📅 Senin, 17 Agu 2026, 19:07 WIB | Oleh: OpikSINGKAWANG, KALIMANTAN BARAT - Sebanyak delapan rumah warga di Jalan Tama Gang Cichong, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, Kota Singkawang, Kalbar terbakar pada Senin (17/8) sekitar pukul 01.00 WIB dan seorang anak perempuan berusia 12 tahun meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Kapolres Singkawang melalui Kasi Humas Polres Singkawang IPTU Hidayatno mengatakan, kebakaran terjadi saat sebagian besar penghuni rumah sedang tertidur.
"Api pertama kali diketahui oleh warga setelah mendengar suara ledakan dari arah teras rumah. Saat mengecek sumber suara, saksi melihat kobaran api sudah membesar dan membakar bagian teras serta sebagian dinding ruang tamu," kata Hidayatno di Singkawang, Senin (17/8).
Mengetahui api semakin membesar, saksi kemudian membangunkan istri dan kedua anaknya untuk segera keluar dari rumah dan menyelamatkan diri.
Namun, setelah berada di luar rumah, saksi menyadari anak bungsunya masih berada di dalam rumah yang sudah terbakar.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saksi sempat berusaha kembali masuk untuk menyelamatkan sang anak, tetapi kobaran api yang semakin besar membuat upaya tersebut tidak dapat dilakukan," ujarnya.
Personel Pamapta Polres Singkawang bersama warga dan petugas pemadam kebakaran kemudian melakukan penanganan setelah menerima laporan kejadian tersebut.
Api dengan cepat merambat ke bangunan di sekitar lokasi hingga menghanguskan delapan unit rumah warga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setelah kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.25 WIB, petugas melakukan pemeriksaan di lokasi dan menemukan seorang anak dalam kondisi telah meninggal dunia di dalam rumah.
"Korban diketahui seorang anak perempuan berusia 12 tahun, seorang pelajar kelas 6 SD, yang merupakan anak dari pemilik rumah," katanya.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Abdul Aziz Singkawang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan penanganan dan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran, termasuk memastikan sumber awal munculnya api.
Hidayatno mengatakan peristiwa tersebut menjadi duka bagi keluarga korban sekaligus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya pada malam hari ketika sebagian besar penghuni rumah sedang beristirahat.
"Kejadian ini menjadi duka yang mendalam bagi keluarga korban sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada saat malam hari ketika sebagian besar masyarakat sedang beristirahat," ujarnya. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!