Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur Khofifah Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Jaga Inflasi di Jatim Jelang Natal dan Tahun Baru 2026

📅 Kamis, 27 Nov 2025, 19:35 WIB | Oleh:
Gubernur Khofifah Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Jaga Inflasi di Jatim Jelang Natal dan Tahun Baru 2026 Doc: antara foto
Ket. Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa.

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa memperkuat sinergi lintas sektor termasuk dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga inflasi menjelang periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

“Sinergi ini penting karena setiap tim memiliki peran spesifik namun saling mendukung. TPID menjaga keterjangkauan harga," katanya di Surabaya, Kamis (27/11).

Khofifah mengatakan menjaga pertumbuhan ekonomi dan kestabilan harga merupakan fokus utama saat ini termasuk pengendalian inflasi terutama menjelang Nataru menjadi fokus utama.

Ia menjelaskan permintaan masyarakat pasti meningkat sehingga perlu dilakukan monitoring harga-harga khususnya di pasar tradisional.

Pemprov juga akan memperluas pasar-pasar murah di berbagai titik untuk menjaga ketersediaan pangan dan daya beli masyarakat.

Sepanjang 2025, Pemprov Jatim telah melaksanakan 160 Pasar Murah, 47 Gerakan Pangan Murah, dan delapan Gerakan Menanam.

Pengendalian inflasi juga diperkuat melalui Kerja Sama Intra Provinsi (KIP) dan misi dagang antarprovinsi.

Ia menyebutkan inflasi Jawa Timur pada Oktober 2025 tercatat 2,69 persen (y-on-y) dan 0,30 persen (m-to-m) atau masih terjaga dalam rentang sasaran nasional 2,5±1 persen.

Beberapa komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi bulanan tersebut antara lain andil emas perhiasan 0,23 persen, telur ayam 0,07 persen, dan cabai merah 0,04 persen.

Khofifah pun memberikan apresiasi kepada kabupaten/kota berprestasi dalam pengendalian inflasi seperti Kota Surabaya sebagai pelaksana operasi pasar dan GPM terbanyak.

Kemudian juga Kota Malang dengan etalase pengendalian inflasi terbanyak, Kabupaten Ngawi dengan korporasi petani terbanyak, Kabupaten Madiun dengan inovasi on-farm terinovatif, serta Kabupaten Kediri sebagai inisiator kerja sama antar daerah terbanyak.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Ibrahim mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah strategis agar ketersediaan bahan pokok dan pengendalian harga optimal.

“Kami siap mendukung berbagai inisiatif agar setiap program berjalan efektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Ibrahim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.