Dinas LH DKI Batasi Angkut Sampah 1.000 Ton Per Hari ke RDF Rorotan
📅 Kamis, 27 Nov 2025, 15:38 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Sulthony Hasanuddin
Jakarta -- Dinas Lingkungan Hidup DKI membatasi pengangkutan sampah 1.000 ton per hari ke "Refuse Derived Fuel" (RDF) Plant Rorotan imbas adanya sejumlah dampak yang sempat menimbulkan penolakan dari warga sekitar.
"Keputusannya memang kemarin di rapat pimpinan (rapim) itu Pak Gubernur untuk dijalankan besok itu di 1.000 ton per hari dulu," kata Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi di TPS3R Lenteng Agung Jakarta, Kamis.
Dudi menegaskan, pembatasan itu terkait jumlah sampah pada truk pengangkut, bukan kapasitas pengelolaan RDF.
Karena itu, pihaknya mencoba memperbaiki sistem angkut transportasi yang dilakukan secara bertahap.
"Kan ada permasalahan di sistem transportasi kita. Jadi banyak angkutan kita yang memang tidak sempurna," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH DKI Jakarta, Fahmi Hermawan menambahkan, transportasi itu sempat ditentang lantaran baunya melewati pemukiman warga.
"Mereka itu istilahnya yang tadinya enggak ada kebauan seperti itu, tiba-tiba lewat truk. Kita enggak sempurna karena banyak faktor," katanya.
Karena itu, upaya saat ini yang dilakukan, yakni yang awalnya sampah diangkut dengan kapasitas 2.500 ton dikurangi menjadi 1.000 ton per harinya sebagai pengadaan baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengurangan pengangkutan kapasitas sampah akan dilaporkan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Jumat (28/11).
DLH DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jakarta mengatasi keluhan masyarakat yang terdampak uji coba operasional RDF Plant Rorotan.
Sebelumnya, 20 anak yang berdomisili RT 18 Cakung Timur mengalami sakit yang diduga terdampak uji coba operasional RDF Plant Rorotan yang menghasilkan pencemaran udara di sekitar kawasan tersebut.
Puskesmas Cakung melayani 11 pasien yang terdampak RDF Rorotan. Keluhan yang dialami pasien meliputi batuk pilek tanpa demam dan demam. Beberapa orang dari 20 anak yang terdampak diketahui sudah sembuh.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!