Mentan Tegaskan Perlunya Stop Impor untuk Tekan Harga Beras Dunia
📅 Rabu, 26 Nov 2025, 11:05 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: RRI/Alfreds Tuter
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebut keputusan Indonesia menghentikan impor ikut menekan harga beras dunia. Ia mengatakan harga global turun dari 650 dollar menjadi 340 dollar per ton.
"Harga dunia 650 dollar per ton, hari ini sekarang 340 dollar per ton. Kenapa? Kita tidak impor," ucap dia dalam jumpa pers resmi di Jakarta, Selasa (25/11).
Amran menjelaskan Indonesia merupakan salah satu importir terbesar beras dunia. Ia menilai keputusan tidak impor memberi dampak besar bagi pasar internasional.
Ia menyebut penurunan harga dunia menunjukkan kuatnya posisi Indonesia. Kebijakan nasional dapat mempengaruhi pergerakan harga pada tingkat global.
Aparat sebelumnya menyita 40,4 ton beras ilegal di Batam. Amran menegaskan penyelundupan dapat mengganggu strategi besar pengendalian impor.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan barang ilegal dapat memukul kepercayaan petani kepada pemerintah. Gangguan itu dapat menghambat rencana swasembada yang sedang dipercepat.
"Yang kita jaga adalah semangat petani kita, 115 juta orang. Kalau mereka tidak percaya kita, itu bisa berdampak besar terhadap negara," kata dia.
Petugas juga menemukan 2,04 ton minyak goreng tanpa izin di kapal tersebut. Amran menyebut temuan itu ironis karena Indonesia produsen sawit terbesar dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini minyak goreng sangat ironis. Kita produser terbesar dunia. Tetapi ilegal masuk minyak goreng," ucap dia.
Barang ilegal lain berupa gula, tepung, susu, mie, parfum, dan frozen food ikut disita. Kapal itu juga tidak memiliki dokumen manifest yang sesuai aturan.
Lima anak buah kapal telah diamankan untuk pemeriksaan lanjutan. Kapten kapal tidak berada di lokasi saat penyitaan dilakukan.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut penyelundupan sangat membahayakan. Ia mengatakan tindakan itu dapat merusak harga pasar.
Ahmad Rizal menegaskan tidak ada warga asing dalam kasus tersebut. Ia mengatakan lima anak buah kapal masih menjalani pemeriksaan aparat.
"Ya, oknum ini, oknum di daerah RTZ," kata dia di kesempatan yang sama. Ia menyebut semua barang bukti masih disegel oleh petugas dan penanganan lanjutan menunggu proses hukum kepolisian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!