Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon Dapat Dukungan Fasilitas Wudhu dan Sanitasi Baru

📅 Rabu, 26 Nov 2025, 19:20 WIB | Oleh:
Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon Dapat Dukungan Fasilitas Wudhu dan Sanitasi Baru Doc: GB
Ket. Germany Brilliant menyerahkan perlengkapan sanitasi ke Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon.

JAKARTA - Germany Brilliant (GB) produsen perlengkapan kamar mandi dan dapur terkemuka di Indonesia, menyerahkan bantuan perlengkapan sanitasi ke Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon (Masjid Agung Cirebon) pada hari Kamis, 20 November 2025. Penyerahan perlengkapan ini diterima langsung oleh Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin, S.H., M.Kn.

Sultan Sepuh XV PRA Lukman Zulkaedin, S.H., M.Kn mengatakan, dahulu sejarah Cirebon dimulai dari masjid ini. Ia merasa senang dapat berkumpul bersama dengan pihak GB di Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang penuh sejarah itu.

"Alhamdulillah hari ini kita semua bisa berkumpul di Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang penuh sejarah. Sebelumnya saya sudah mendengar bahwa program ini digalakkan oleh GB dari masjid ke masjid. Alhamdulillah masjid ini termasuk dalam salah satu program GB," ungkap Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin, S.H., M.Kn., melalui siaran pers pada hari Rabu (26/11).

Ia berharap apa yang telah diberikan bisa bermanfaat untuk masjid ini sehingga orang yang beribadah semakin nyaman karena fasilitas untuk ibadah seperti keran air, toiletnya dan lain-lain bagus. Ia berharap program ini dapat dilanjutkan di masa depan.

“Tentu kami haturkan rasa terima kasih kepada GB. Mudah-mudahan program ini dapat bisa dilanjutkan di kemudian har dan kita terus dapat berkontribusi pada tempat-tempat yang bersejarah ini," tambah Sultan Sepuh.

General Manager GB Yapto Wijaya, mengatakan, kegiatan dibawah payung tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR), GB lebih menekankan pada tempat atau rumah ibadah ini seperti masjid, gereja, pura, wihara dan lain-lain. Tujuannya memberikan dampak positif seluas-luasnya bagi masyarakat. 

"Suatu kehormatan bagi GB bisa ke masjid yang berusia lebih dari 500 tahun dan kami juga mendapatkan sambutan dan tangan terbuka dari Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin, S.H., M.Kn. Sebelumnya kami memang sudah melakukan hal yang sama di beberapa masjid seperti, Masjid Atta'awun Puncak Bogor, Masjid Nurul Musthofa Depok, dan juga rumah ibadah lainnya seperti Pura Agung Tirta Bhuana Bekasi, Gereja, rumah panti jompo dan lain-lain," ujar Yapto. 

Ia menambahkan, dipilihnya Masjid Agung Cirebon karena Cirebon masih dekat dengan Jakarta dan menjadi salah satu destinasi wisata religi bagi umat muslim. Pihaknya mengganti semua keran wudhu yang sudah tidak layak pakai, agar tidak ada air yang menetes keluar, karena bocor itu mubazir.

“Hari ini kami mengganti semua keran wudhu sebanyak 80 buah yang sudah tidak layak pakai, agar tidak ada air yang menetes keluar, karena bocor itu mubazir. Kami juga mengganti kloset lama dengan kloset duduk. Semua pengerjaannya hanya memakan waktu 1-2 hari saja, karena sebelumnya ada tim yang sudah survey duluan," imbuh Yapto Wijaya. 

Masjid Tertua di Cirebon

Masjid Agung Cirebon merupakan masjid kebanggaan sekaligus masjid bersejarah bagi masyarakat Cirebon. Masjid Agung Sang Cipta Rasa merupakan salah satu bangunan peninggalan Kerajaan Cirebon dan dikenal juga dikenal dengan nama Masjid Agung Cirebon atau Masjid Sunan Gunung Jati yang dibangun pada masa pemerintahan Sunan Gunung Jati, tepatnya pada tahun 1498 M. Terletak di kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon, masjid ini disebut-sebut sebagai masjid tertua di Cirebon.

Jupel Dinas Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dan Pengurus Masjid Agung Cirebon, Moh. Ismail mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada GB yang telah mengganti perlengkapan sanitasi yang sudah tidak layak di masjid ini, sehingga menambah kenyamanan jamaah untuk beribadah. Program csr seperti ini baru pertama kalinya untuk penggantian, dan mudah-mudahan bisa memotivasi perusahaan lainnya untuk hadir di masjid ini. 

"Selama ini kami memang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah karena kesulitan dalam administrasi. Jadi semua masjid di Indonesia harus terdaftar dalam SIMAS, aplikasi yang dibuat oleh Kementerian Agama dengan mengisi nama masjid, pemilik masjid, surat tanahnya, sertifikatnya dan lainnya,” katanya.

Nah itu semua itu tidak kami pegang, adanya di keraton yang saya sendiri belum dapat informasi untuk masalah administrasi ini bisa dikeluarkan atau tidak. Tetapi masjid ini tetap terdaftar di Kementerian Agama. Jadi memang harus ada kerjasama dari pihak keraton atau bisa jadi ini karena bagian dari keraton," tambah Ismail. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.