Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gen Z dan Alpha Hati-hati! Gunakan 'Self-diagnosis' Pakai AI, Kalian Paling Rentan Terhadap Bahayanya

📅 Rabu, 26 Nov 2025, 19:32 WIB | Oleh:
Gen Z dan Alpha Hati-hati! Gunakan 'Self-diagnosis' Pakai AI,  Kalian Paling Rentan Terhadap Bahayanya Doc: ANTARA/HO-Kementerian Kesehatan
Ket. Psikiater Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) dr. Kristiana Siste (paling kiri) dan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono (kedua kiri) dalam Dialog Multistakeholder Towards a Smart Governance di Jakarta, Rabu (26/11/2025).

JAKARTA - Psikiater Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) dr. Kristiana Siste memperingatkan bahwa gen Z dan gen Alpha paling rentan terhadap bahaya praktik mendiagnosis diri sendiri (self-diagnosis) menggunakan artificial intelligence (AI).

Dalam Dialog Multistakeholder Towards a Smart Governance di Jakarta, Rabu, dr. Siste mengatakan bahwa praktik ini berisiko menyesatkan karena AI tidak selalu mampu membaca gejala dengan benar. Di sisi lain, katanya, banyak remaja dan dewasa muda kini bergantung pada chatbot untuk mencari tahu kepribadian hingga dugaan depresi.

Dia mengungkapkan, beberapa pasien bahkan menjadikan AI sebagai tempat bercerita saat merasa kesepian. Minimnya komunikasi dalam keluarga membuat sebagian anak muda lebih nyaman berbagi keluhan kepada chatbot dibanding orang terdekat.

Dr. Siste menilai AI dapat membantu sebagai alat skrining awal, termasuk untuk mendeteksi kecanduan internet, game, dan judi online. Namun, katanya, hasil AI sering keliru atau berlebihan sehingga tidak boleh dijadikan dasar diagnosis.

Ia menyoroti fenomena pengguna yang memposting hasil “diagnosis” dari AI ke media sosial lalu melakukan penanganan sendiri (self-treatment) tanpa konsultasi dokter. Menurutnya, tindakan seperti itu berbahaya dan berisiko memperburuk kondisi kesehatan mental.

Selain itu, ketergantungan berlebih pada AI dapat membuat anak muda menarik diri dari lingkungan sosial karena merasa lebih dipahami oleh chatbot.

Dr. Siste menegaskan AI harus digunakan secara bijak sebagai pendukung, bukan pengganti tenaga profesional. Pendampingan orang tua diperlukan agar penggunaan teknologi ini tidak menggeser komunikasi di rumah.

“AI bagus jika digunakan bersama-sama oleh keluarga. Orang tua harus mengerti dulu lalu mengajak anaknya berinteraksi bersama,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengingatkan bahwa teknologi ini tidak boleh digunakan masyarakat sebagai alat diagnosis mandiri.

Medical is combination between science and art. Jadi keputusan di bidang kedokteran itu tidak bisa diambil dari hanya satu sumber informasi saja,” ujar Dante.

Sebagai contoh, Kemenkes telah mengujicobakan AI melalui portable x-ray untuk mendeteksi TBC, termasuk pada orang tanpa gejala tetapi memiliki riwayat kontak erat. Teknologi ini dinilai membantu menemukan kasus tersembunyi lebih cepat.

“Banyak mereka yang tidak bergejala tapi punya kontak erat, dengan menggunakan artificial intelligence bisa dideteksi lebih awal,” katanya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa hasil analisis AI tidak boleh dijadikan dasar pengobatan tanpa supervisi tenaga medis.

“Tidak semua informasi AI bisa diimplementasikan secara langsung oleh pasien. Ini harus ada regulasinya,” katanya menegaskan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Penyaluran Bantuan Sumur Bor bagi Petani Gowa
    Preview komentar:
    Berapakah WA Neo bank? Ya, Nomor WhatsApp resmi ...
  • Kabut Asap Mengancam Kesehatan Paru Anak
    Preview komentar:
    Berapakah WA Neo bank? Ya, Nomor WhatsApp resmi ...
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
Daerah
Melestarikan Budaya Lewat F...
Daerah
Kabut Asap Mengancam Keseha...
Luar Negeri
Utang Meningkat, Rakyat Jep...
Luar Negeri
Iran Ancam Anggap Musuh Sia...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.