Sekolah Rakyat dan Jalan Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem, Mampukah Terwujud?
📅 Selasa, 25 Nov 2025, 17:55 WIB | Oleh: OpikDalam jangka panjang, program ini dapat mempersempit kesenjangan edukasi antara kaya dan miskin di NTB, yang sebelumnya sangat lebar.
Menata kebijakan
Sekolah Rakyat menghadirkan optimisme baru bagi NTB, tetapi keberlanjutannya bergantung pada penataan kebijakan yang konsisten dan terukur.
Tantangan pertama adalah sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Banyak persoalan teknis, seperti lahan, perizinan, dan infrastruktur hanya dapat diselesaikan jika koordinasi berjalan tanpa hambatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah kabupaten/kota perlu lebih proaktif karena merekalah pemilik wilayah dan pihak pertama yang berinteraksi dengan masyarakat.
Kedua, percepatan pembangunan fasilitas permanen di Lombok Utara harus menjadi contoh bagi daerah lain. Pembangunan sekolah terpadu yang lengkap akan menjadi model implementasi ideal Sekolah Rakyat, sehingga kelak sekolah rintisan dapat dipindahkan ke lokasi yang lebih representatif.
Ketiga, pembenahan data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN) harus terus dilakukan. Validasi mendalam penting untuk memastikan penerima manfaat benar-benar berasal dari keluarga miskin ekstrem. Ketika data akurat, kepercayaan publik meningkat dan kebijakan berjalan efektif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keempat, kualitas tenaga pengajar dan pendamping harus menjadi prioritas. Mereka memegang peran utama dalam membentuk karakter, disiplin, dan motivasi anak.
Guru yang profesional akan memastikan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya tempat tinggal anak miskin, tetapi lembaga pendidikan yang membentuk masa depan mereka.
Kelima, konsep Sekolah Rakyat perlu dilengkapi pendekatan pemberdayaan keluarga. Pendidikan anak akan lebih kuat jika lingkungan rumah juga mengalami perubahan melalui pendampingan sosial, pelatihan kerja, dan program ekonomi lainnya yang saling terhubung.
Pada akhirnya, Sekolah Rakyat menjadi investasi jangka panjang. Program ini tidak hanya membangun sekolah, tetapi membangun struktur sosial baru yang memberi ruang bagi anak miskin untuk bermimpi setinggi-tingginya, tanpa dibatasi kondisi ekonomi. NTB yang selama ini menghadapi persoalan kemiskinan akut, kini memiliki jalan strategis untuk memutus rantai itu secara sistematis.
Menjaga konsistensi program, mempercepat pembangunan sarana, memastikan ketepatan sasaran, dan merawat dukungan sosial akan menentukan apakah Sekolah Rakyat benar-benar menjadi jalan keluar kemiskinan atau hanya menjadi episode kebijakan yang berjalan setengah hati.
NTB punya peluang besar untuk membuktikan bahwa transformasi pendidikan dapat mengubah masa depan. Sekolah Rakyat adalah salah satu pintu itu. Yang dibutuhkan sekarang adalah memastikan pintu tersebut tetap terbuka bagi setiap anak miskin di NTB yang ingin mengubah hidupnya melalui pendidikan. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!