Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Papua Unjuk Gigi! 10 Kontainer Kayu Olahan Meluncur ke Shanghai

📅 Selasa, 25 Nov 2025, 22:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Papua Unjuk Gigi! 10 Kontainer Kayu Olahan Meluncur ke Shanghai Doc: ANTARA/ Qadri Pratiwi.
Ket. Gubernur Papua Mathius Fakhiri saat melihat langsung kayu olahan yang akan di kirim ke Shanghai, di Pelabuhan Jayapura.

JAYAPURA – Meningkatkan kapasitas ekspor kayu olahan penting untuk memperkuat daya saing industri kehutanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis nilai tambah.

Produk kayu olahan memiliki margin yang lebih tinggi dibanding bahan mentah, sehingga perluasan ekspor dapat meningkatkan devisa secara signifikan.

Selain itu, permintaan global terhadap produk kayu yang berkelanjutan terus meningkat, membuka peluang pasar bagi industri yang mampu memenuhi standar legalitas dan sertifikasi lingkungan.

Dengan memperkuat teknologi pengolahan, meningkatkan kualitas produk, serta mengefisienkan rantai pasok, Indonesia dapat memaksimalkan potensi hutan produksi secara berkelanjutan.

Langkah ini juga membantu melindungi industri domestik dari fluktuasi harga komoditas mentah, sekaligus menciptakan lebih banyak lapangan kerja di sektor hilir.

Gubernur Papua Mathius Fakhiri melepas ekspor 10 kontainer berisi kayu olahan dengan volume 196,7814 meter kubik ke Shanghai, Tiongkok, yang menandai meningkatnya kapasitas industri pengolahan kayu serta memperluas kontribusi daerah dalam rantai pasok global.

"Pengiriman dilakukan ke negara tersebut merupakan yang kelima, sebelumnya telah dilakukan ekspor sebanyak empat kali selama 2025 di mana 2 Oktober 2025, terkirim 15 kontainer dengan volume 266,3660 meter kubik, kemudian, 14 Oktober sebanyak lima kontainer serta isi muatan 91,9223 meter kubik," katanya, usai melakukan pelepasan ekspor di Pelabuhan Jayapura, Selasa (25/11).

Mathius menyebutkan, lalu pada 31 Oktober terkirim tujuh kontainer serta isi muatan 129,1600 meter kubik, serta 12 November sebanyak enam kontainer serta isi muatan 115,1893 meter kubik.

"Kayu olahan yang dikirim merupakan produksi PT Smarak Dharma Timber yang beroperasi di bawah pengawasan Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup," ujarnya.

Dia menjelaskan pengawasan ketat dilakukan untuk memastikan produk memenuhi aspek legalitas dan keberlanjutan.

"Tingginya permintaan membuka peluang peningkatan volume ekspor di masa mendatang. Sehingga kami akan terus memastikan seluruh kayu olahan yang dikirim telah melalui proses verifikasi legalitas kayu dan pemeriksaan berlapis untuk mencegah praktik perdagangan kayu ilegal," katanya.

Direktur Utama PT Smarak Dharma Timber, Fery Tamsil mengatakan pihaknya saat ini sedang menyiapkan skema pengiriman yang lebih efisien.

"Pada tahun depan kami sedang dinegosiasikan layanan pelayaran yang memungkinkan ekspor langsung Jayapura-Shanghai tanpa transit di Surabaya, dan jika ini terealisasi seluruh dokumen ekspor akan diproses di Jayapura sehingga tercatat sebagai ekspor langsung dari Papua, Indonesia,” katanya lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
PT Pertamina Hulu Indonesia...
Nasional
KRI Nala evakuasi korban ke...
Daerah
BNPB: Tanggul Jebol Picu Ba...

Lorong Bendera Merah Putih di Tasikmalaya

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Lorong Bendera Merah Putih ...

Pelatihan pembuatan roti dan kue di Jakarta

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pelatihan pembuatan roti da...
Daerah
Gunung Lewotobi Laki-Laki A...
Rona
Pemusatan latihan Gita Baha...

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.