Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes Aktifkan Kembali Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesi Unpad di RSHS Bandung

📅 Kamis, 24 Jul 2025, 14:40 WIB | Oleh:
Kemenkes Aktifkan Kembali Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesi Unpad di RSHS Bandung Doc: antara foto
Ket. Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya di Bandung, Kamis (24/7).

BANDUNG - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengaktifkan kembali Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Padjadjaran (Unpad) di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

“Kemenkes dan Kemendiktisaintek sepakat untuk memulai kembali program residensi Prodi Anestesi di RSHS. Kemenkes tidak pernah menghentikan program studi, yang dihentikan sementara adalah kegiatan residensinya,” kata Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya di Bandung, Kamis (24/7).

Azhar menjelaskan program tersebut sempat dihentikan sementara menyusul kasus pemerkosaan yang melibatkan seorang dokter residen Priguna Anugerah Pratama terhadap pasien dan keluarga pasien di RSHS pada Maret 2025.

“Keputusan penghentian bersifat sementara guna memberi waktu bagi pihak RSHS dan Fakultas Kedokteran Unpad untuk melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh,” ujarnya.

Menurut dia, kasus kekerasan seksual yang terjadi beberapa waktu lalu telah mencoreng profesi kedokteran dan dunia layanan kesehatan secara umum.

Oleh karena itu, kata dia, diperlukan perbaikan sistem yang komprehensif sebelum program dijalankan kembali.

“Hari ini, berdasarkan hasil evaluasi Inspektorat Jenderal Kemenkes dan Kemendiktisaintek disimpulkan bahwa RSHS dan FK Unpad telah memenuhi seluruh kewajiban perbaikannya,” kata dia.

Ia mengatakan perbaikan dilakukan mencakup sistem manajemen, tata kelola SOP, hingga sistem penerimaan dan penilaian peserta residensi. Langkah ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pasien serta mencegah kejadian serupa terulang.

“Harapan kami, insiden yang memalukan tersebut tidak terjadi lagi. Pasien dan masyarakat harus merasa aman saat mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Zahrotur Rusyda Biduan menambahkan bahwa pihak kampus bersama RSHS telah menindaklanjuti 17 poin evaluasi, termasuk perbaikan pada sistem seleksi calon residen.

“Sebanyak 11 poin sudah kami selesaikan dari sisi Unpad, dan 17 poin lainnya dilakukan bersama. Masih ada dua poin yang sedang dalam proses penyelesaian dan akan kami sosialisasikan kepada seluruh SDM yang terlibat,” kata Zahrotur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Boleh Juga Jalan-jalan ke K...
Daerah
Skabies Menyerang Warga Bin...
Daerah
Antisipasi Banjir, Pemkot D...
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.