Pasar Udang Global Menggeliat, Ekspor RI Justru Mandek
📅 Kamis, 01 Okt 2026, 18:30 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut ekspor udang Indonesia masih cenderung stagnan pada 2025 dengan pertumbuhan volume sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam pertemuan Towards Sustainable and Conversion-free Aquaculture in Southeast Asia (TOSCA) di Jakarta, Kamis (1/10), Direktur Ikan Air Payau KKP Fernando Jongguran Simanjuntak mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan bagi peningkatan daya saing industri udang nasional.
Menurut Fernando, industri udang masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti tingginya harga pakan, penyakit, kondisi lingkungan, serta tuntutan keamanan pangan dan keberlanjutan di pasar global.
Ia mengatakan isu tarif resiprokal pada 2025 turut menekan harga udang di dalam negeri, dengan penurunan harga hampir Rp11.000 per ukuran. Tekanan juga terjadi akibat isu kontaminasi Cesium-137 yang sempat menghambat ekspor udang Indonesia.
"Karena adanya Cesium itu maka cukup menekan harga udang di Tanah Air karena udang kita hampir seluruhnya sampai beberapa waktu saat itu tidak bisa keluar (ekspor)," katanya.
Fernando menambahkan penggunaan antibiotik juga menjadi perhatian karena berkaitan dengan keamanan pangan dan kualitas produk di pasar internasional.
Untuk meningkatkan daya saing, KKP mendorong efisiensi budi daya melalui pengembangan pakan berbahan baku lokal dan konsep Aquafit 2.0 yang menitikberatkan pada biaya pakan per kilogram udang yang dihasilkan, bukan sekadar harga pakan.
Data KKP menunjukkan volume ekspor udang pada 2025 mencapai 218,87 ribu ton, naik 2 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 214,57 ribu ton. Namun, volume tersebut masih di bawah capaian 2023 sebesar 220,88 ribu ton.
Sementara itu, nilai ekspor meningkat menjadi 1,86 miliar dolar AS pada 2025 dari 1,68 miliar dolar AS pada 2024 dan 1,72 miliar dolar AS pada 2023.
Amerika Serikat menjadi pasar utama udang Indonesia pada 2025 dengan volume 124.563,65 ton atau 56,9 persen dari total ekspor.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!