Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekspor RI Belum Kehabisan Tenaga, Prospek Positif hingga Desember

📅 Kamis, 01 Okt 2026, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekspor RI Belum Kehabisan Tenaga, Prospek Positif hingga Desember Doc: ANTARA FOTO/ Aditya Pradana Putra
Ket. Aktivitas bongkar muat kontainer di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah.

JAKARTA – Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Perindustrian Kadin Indonesia Saleh Husin menilai ekspor Indonesia masih memiliki prospek positif hingga akhir tahun 2026.

"Kadin melihat ekspor masih memiliki prospek positif hingga akhir tahun, terutama didukung industri pengolahan yang menjadi backbone ekspor," ujar Saleh Husin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (1/10).

Namun, lanjutnya, impor kemungkinan tetap tumbuh tinggi seiring meningkatnya kebutuhan bahan baku dan barang modal. Tantangannya adalah memastikan pertumbuhan impor tersebut dikonversikan menjadi peningkatan produksi dan ekspor, sehingga surplus perdagangan tetap terjaga. Pada Januari–Juli, ekspor tumbuh 4,43 persen, sementara impor tumbuh jauh lebih tinggi 19,94 persen.

"Untuk saat ini, kenaikan impor lebih banyak menunjukkan penguatan aktivitas produksi dan investasi, karena 91,33 persen impor Januari–Juli terdiri dari bahan baku/penolong dan barang modal. Namun, pertumbuhan impor yang jauh lebih cepat daripada ekspor tetap perlu diwaspadai," katanya.

Saleh Husin mengatakan bagi Kadin, indikator pentingnya bukan sekadar kenaikan impor, tetapi apakah impor tersebut menghasilkan peningkatan kapasitas produksi, produktivitas, dan ekspor industri.

Terkait sektor-sektor usaha yang berpotensi meningkatkan ekspor, dirinya menjelaskan peluang terbesar berada pada industri pengolahan bernilai tambah, khususnya makanan-minuman dan agroindustri, logam dan hilirisasi mineral, elektronika/mesin, serta otomotif dan komponennya.

Sementara itu, lanjutnya, industri padat karya seperti tekstil, pakaian jadi, alas kaki dan furnitur masih menghadapi tantangan biaya produksi, produktivitas, teknologi, dan persaingan global.

"Fokusnya perlu bergeser dari ekspor berbasis komoditas menuju produk manufaktur dengan nilai tambah dan kandungan domestik yang lebih tinggi," kata Saleh Husin.

Dia menyarankan agar pemerintah perlu memastikan impor produktif diikuti investasi, peningkatan kapasitas dan produktivitas industri, serta ekspansi pasar ekspor.

"Prioritasnya adalah menjaga daya saing biaya energi dan logistik, menjamin ketersediaan bahan baku, memperkuat industri intermediate/domestic supply chain, memberikan kepastian regulasi, memperluas akses pasar, dan mendorong hilirisasi. Dengan demikian, impor hari ini tidak berhenti sebagai pengeluaran devisa, tetapi menjadi kapasitas produksi dan ekspor Indonesia di masa depan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Dinas SDA: Banjir Rob Intai...

BPOM Blokir 1,5 Juta Link Terkait Produk Ilegal

35 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BPOM Blokir 1,5 Juta Link T...
Advertisement
Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Stabil di Peringkat ke-13 Walau Tambah Emas dari Panahan

Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Stabil di Peringkat ke-13 Walau Tambah Emas dari Panahan

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.