Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menkop Tegaskan Arah Pembangunan Ekonomi Nasional Harus Kembali pada Rancangan Pendiri Bangsa

📅 Selasa, 25 Nov 2025, 20:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkop Tegaskan Arah Pembangunan Ekonomi Nasional Harus Kembali pada Rancangan Pendiri Bangsa Doc: Antara
Ket. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono (ketiga kanan) dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy (ketiga kiri) menyajikan Arsip Peta Jalan Pembangunan Pertama Republik Indonesia 1960-1969 di Jakarta, Selasa (25/11).

Jakarta - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyatakan arah pembangunan ekonomi nasional kembali merujuk pada rancangan para pendiri bangsa dalam arsip perencanaan pembangunan 1947-1969.

“Arsip itu menunjukkan bahwa koperasi ditempatkan sebagai pilar produksi, distribusi, dan industri sebagaimana dirancang pendiri republik,” kata Ferry usai menghadiri Forum Diskusi Satu Data Indonesia di Jakarta, Selasa (25/11).

Ia menjelaskan dokumen perencanaan nasional tersebut menjadi dasar penguatan kebijakan koperasi desa, termasuk pembentukan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai platform ekonomi rakyat yang dirancang untuk meningkatkan produksi, stabilisasi harga, dan akses layanan dasar.

Ferry menyebut periode 1970–1990 pernah menjadi masa keemasan koperasi ketika berbagai unit usaha koperasi mengelola industri tekstil, batik, susu, hingga perbankan. Namun memasuki era liberalisasi, banyak koperasi melemah akibat kompetisi pasar bebas.

“Ketika mekanisme pasar bebas masuk, peran negara dan koperasi diperkecil sehingga kita seperti disorientasi,” ungkapnya.

Ia menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini mengembalikan fungsi koperasi sebagai pelaku ekonomi rakyat melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 yang mengamanatkan percepatan pembentukan dan operasionalisasi KDKMP di seluruh desa.

Menurut Ferry, penguatan koperasi desa membutuhkan konsolidasi lintas sektor, termasuk integrasi data nasional, layanan dasar, logistik desa, dan penguatan rantai pasok.

“Koperasi desa harus menjadi pusat produksi dan distribusi masyarakat,” ujar dia.

Ferry menambahkan bahwa KDKMP akan dikembangkan sebagai model koperasi modern yang mencatat transaksi dan data ekonomi masyarakat secara digital, terintegrasi dalam sistem Satu Data Indonesia, didukung kolaborasi badan usaha milik negara (BUMN), pemerintah daerah, TNI, perguruan tinggi, serta sektor swasta.

Ia memastikan konsolidasi tersebut menjadi kunci penguatan ekosistem ekonomi desa dan pengembalian arah pembangunan nasional sesuai konstitusi.

“Ini adalah upaya kita menemukan kembali jalan menuju Indonesia seperti yang dicita-citakan para pendiri bangsa,” ucap Ferry.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy menilai penguatan koperasi desa merupakan bagian dari kebangkitan kembali ekonomi kerakyatan.

“Koperasi pernah berjaya dan sudah waktunya bangkit kembali,” kata Rachmat.

Duta Arsip Nasional dan Anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka juga menjelaskan arsip perencanaan 1947-1969 menegaskan Pancasila sebagai working ideology dan menempatkan koperasi sebagai instrumen pemerataan akses ekonomi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

38 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.