Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pendekatan Modern Digas, Transmigrasi 4.0 Siap Ciptakan Pusat Ekonomi Baru

📅 Jumat, 21 Nov 2025, 21:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pendekatan Modern Digas, Transmigrasi 4.0 Siap Ciptakan Pusat Ekonomi Baru Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi-Permukiman transmigrasi.

MAKASSAR – Pemerintah melakukan pendekatan lebih modern dalam mendorong program transmigrasi. Integrasi data, pemanfaatan inovasi digital, serta penguatan kapasitas masyarakat di kawasan transmigrasi memungkinkan pengembangan wilayah yang lebih produktif dan berdaya saing.

Dengan memetakan potensi lokal secara presisi dan memperkuat konektivitas antarwilayah, program ini tidak hanya mengurangi ketimpangan, tetapi juga menciptakan pusat-pusat ekonomi baru yang mampu menopang perluasan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan Transmigrasi 4.0 menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Iftitah di Makassar, Jumat (21/11), mengatakan program ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas ekspor, sehingga mampu memperkuat arus investasi di berbagai wilayah.

Ia menjelaskan bahwa misi transmigrasi selaras dengan target pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 8 persen, melalui peningkatan produksi barang dan jasa yang pada akhirnya membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.

Dalam presentasinya pada Forum Ekonomi Regional Indonesia Timur 2025 bertema “Pilar Baru Kekuatan Ekonomi Nasional” di Universitas Hasanuddin, Mentrans menekankan empat pilar utama Transmigrasi 4.0.

Empat pilar itu ​​​​​​yakni edukasi, industrialisasi, hilirisasi, dan digitalisasi, yang didukung penguatan manajemen aset kawasan sebagai fondasi pengembangan transmigrasi modern dan berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, Menteri Iftitah juga menyoroti besarnya potensi Indonesia, khususnya kawasan Indonesia Timur, yang tidak hanya menjadi lumbung pangan, tetapi juga memiliki kapasitas sebagai lumbung energi nasional.

Sementara Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dr Jamaluddin Jompa mendorong agar momentum forum ini dimanfaatkan untuk mengoptimalkan peluang strategis yang dapat memperkuat posisi kawasan Indonesia Timur dalam peta ekonomi nasional.

Rektor menekankan bahwa diplomasi pembangunan dan kepemimpinan nasional yang kuat menjadi modal penting, sehingga perguruan tinggi dan pemerintah daerah di kawasan Timur dapat mengambil peran lebih besar.

Menurut dia, forum ini juga menjadi ruang strategis untuk berdiskusi dan merumuskan rekomendasi konkret. Pemerataan pembangunan merupakan salah satu pilar utama penguatan ekonomi Indonesia.

“Kita membahas kawasan Timur karena wilayah ini menjadi bagian penting dari pilar pembangunan nasional,” ujarnya.

Kawasan Indonesia Timur memiliki potensi sumber daya alam yang besar, namun sering tertinggal karena minimnya infrastruktur, keterbatasan akses logistik, dan rendahnya investasi.

Dengan memperkuat konektivitas, meningkatkan layanan dasar, serta mendorong industrialisasi berbasis potensi lokal, pemerintah dapat menciptakan pusat-pusat ekonomi baru yang lebih inklusif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

07 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.