Lestari Moerdijat: Bangun Budaya Toleransi untuk Wujudkan Lingkungan Pendidikan tanpa Kekerasan
📅 Rabu, 19 Nov 2025, 19:05 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: istimewa
JAKARTA – Perundungan di lingkungan pendidikan terus meningkat dan berdampak besar membutuhkan upaya bersama dengan membangun sikap dan budaya toleransi antara sejumlah pihak di sekolah dan masyarakat dalam interaksi keseharian.
“Upaya mencegah perundungan di lingkungan pendidikan tidak cukup dengan sosialisasi antikekerasan semata. Lebih dari itu harus aktif dibangun sikap dan budaya untuk saling toleransi antara sejumlah pihak di sekolah dan masyarakat dalam berinteraksi pada keseharian," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/11).
Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat sepanjang2024 terdapat 573 kasus kekerasan yang terjadi di sekolah. Jumlah kasus itu naik lebih dari 100 persen jika dibandingkan dengan jumlah kasus kekerasan pada 2023 yang tercatat 285 kasus.
Menurut Lestari, meski tahun ini belum ada pihak yang merilis jumlah kasus terkini, maraknya pemberitaan di media massa terkait perundungan di lingkungan pendidikan harus segera direspon dengan langkah nyata.
Rerie, sapaan akrab Lestari berpendapat, upaya pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan harus di lakukan secara menyeluruh.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Rerie, upaya yang dilakukan tidak cukup dengan membangun kesadaran masyarakat melalui sosialisasi terkait berbahayanya perundungan.
Lebih dari itu, tegas Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, setiap institusi pendidikan harus mampu membangun sikap toleransi yang tinggi sehingga budaya berinteraksi tanpa kekerasan di lingkungan pendidikan dapat dibangun.
Perundungan di lingkungan pendidikan, menurut Rerie, berdampak serius. Karena, tambah dia, dampaknya tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi bisa berkontribusi pada memburuknya kesehatan mental peserta didik yang merupakan generasi penerus bangsa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mendorong agar sejumlah pihak terkait terlibat aktif dalam proses membangun budaya anti-perundungan di lingkungan pendidikan dan masyarakat, demi mewujudkan generasi penerus bangsa yang berdaya saing di masa depan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!