Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hati-hati! Seek Ungkap Indonesia Jadi Hotspot Penipuan Lowongan Kerja di Asia Pasifik

📅 Rabu, 19 Nov 2025, 18:30 WIB | Oleh:
Hati-hati! Seek Ungkap Indonesia Jadi Hotspot Penipuan Lowongan Kerja di Asia Pasifik Doc: Jobstreet by Seek
Ket. Willem Najoan, Operations Director Indonesia, Jobstreet by Seek. Organisasi ini mengungkap Indonesia menempati posisi tertinggi penipuan lowongan kerja di Asia dengan kontribusi hingga 62%.

JAKARTA – Dalam rangka International Fraud Awareness Week, Seek perusahaan induk yang membawahi Jobstreet dan Jobsdb merilis temuan terbaru mengenai tren penipuan di dunia kerja di seluruh Asia Pasifik. Temuan ini mengungkap bagaimana para pelaku penipuan (scammer) menyesuaikan taktik mereka untuk memanfaatkan kondisi pasar kerja lokal dan kebutuhan ekonomi masyarakat.

Sistem deteksi penipuan dari Seek menemukan adanya pola yang unik selama periode Juli 2024 hingga Juni 2025. Para pelaku penipuan menunjukkan strategi penargetan yang canggih, yang berbeda-beda antara Australia dan Selandia Baru (ANZ) dengan enam negara di Asia tempat Seek juga beroperasi (Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand). Analisis ini didasarkan pada data deteksi penipuan internal milik Seek di seluruh platformnya pada kawasan Asia Pasifik, termasuk Jobstreet dan Jobsdb.

Pola Penipuan Ungkap Ancaman dengan Modus Lokal

Data menunjukkan bahwa posisi Administration & Office Support tetap menjadi target utama di semua pasar. Namun, para pelaku penipuan menerapkan strategi regional yang berbeda, yang menunjukkan adanya 'hotspot' (titik rawan) geografis yang khas. Di kawasan Asia, posisi yang sebagian besar merupakan pekerjaan tingkat entry-level mencakup 29% dari total iklan lowongan palsu, dibandingkan dengan 17% di ANZ.

Indonesia tercatat sebagai hotspot penipuan lowongan kerja terbesar, yang menyumbang 38% dari seluruh upaya penipuan di Asia Pasifik dan 62% dari total penipuan lowongan kerja di kawasan Asia. Filipina menyusul sebagai target kedua terbesar, dengan porsi 20% dari upaya penipuan di Asia Pasifik.

“Kami melihat para penipu ini menjadi semakin canggih dalam menargetkan tiap pasar yang berbeda,” ungkap Tom Rhind, Head of Trust & Safety, Seek. “Mereka menyesuaikan pendekatan mereka untuk setiap pasar, dengan menargetkan jenis pekerjaan dan industri di mana mereka tahu para pencari kerja berada di posisi paling rentan.”

Willem Najoan, Operations Director Indonesia, Jobstreet by Seek menambahkan “Temuan Seek yang mengungkap Indonesia sebagai salah satu sasaran penipuan lowongan pekerjaan ini sangat mengkhawatirkan dan mengkonfirmasi urgensi yang tinggi. Kita tidak lagi hanya berbicara soal kerugian finansial, tetapi juga risiko keamanan serius di mana job scam telah berevolusi menjadi pintu masuk kejahatan terorganisir seperti Tindak Pidana Perdagangan Orang yang menyasar warga Indonesia.”

5 Kategori Iklan Lowongan Teratas yang Menjadi Target Penipu di Indonesia (Per bulan Oktober 2025) adalah Administration & Office Support 39,36%; Manufacturing, Transport & Logistics 21,06%; Retail & Consumer Products 12,23%; Trades & Services 7,98%; dan Hospitality & Tourism 5,74%.

Sebaiknya Anda baca juga:

Untuk Indonesia sendiri, data Seek mengungkap bahwa dalam kategori pekerjaan di bidang 'Administration & Office Support', peran yang paling banyak terdapat penipuan lowongan adalah untuk peran pekerjaan seperti admin toko daring, admin e-commerce, dan data entry. Sementara itu, di bidang 'Manufacturing, Transport & Logistics', banyak penipuan iklan lowongan kerja yang menargetkan posisi operasional gudang seperti staff gudang.

“Posisi Administration & Office Support memang sangat rentan karena biasanya tidak menuntut gelar khusus atau pengalaman yang mendalam. Posisi di bidang Sales juga menunjukkan pola serupa karena sering menjanjikan pekerjaan cepat dan penghasilan berbasis komisi, yang tentu menarik bagi para pencari kerja yang sangat membutuhkan pemasukan. Jika digabungkan, kategori-kategori tingkat entry-level ini menciptakan kelompok calon korban yang lebih besar. Hal ini mempermudah para pelaku penipuan untuk semakin menebar penipuan lowongan kerja yang terlihat meyakinkan,”ungkap Tom Rhind.

Perekrutan yang Adil

Sebagai pemimpin marketplace lowongan kerja di Asia Pasifik, Seek memiliki peran penting dalam memberantas praktik perekrutan yang tidak adil. Seek telah menerapkan kontrol utama yang bertujuan mencegah perekrutan yang bersifat eksploitatif dan perbudakan modern, demi melindungi para pencari kerja di seluruh Asia Pasifik.

Langkah perlindungan pertama dimulai dari proses pendaftaran perekrut (hirer onboarding). Pada tahap ini, tim Trust & Safety Seek melakukan pengecekan mendalam untuk memastikan legalitas perekrut. Langkah berikutnya adalah moderasi konten, yang mencakup pemindaian otomatis terhadap seluruh iklan lowongan.

Konten yang terdeteksi mencurigakan akan diteruskan ke tim spesialis untuk ditinjau secara manual. Platform ini juga memberdayakan para kandidat melalui fitur pelaporan untuk melaporkan langsung iklan lowongan pekerjaan yang mencurigakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.