Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

India Capai Kesepakatan Gas dengan AS di Bawah Tekanan Trump

📅 Selasa, 18 Nov 2025, 01:00 WIB | Oleh:
India Capai Kesepakatan Gas dengan AS di Bawah Tekanan Trump Doc: istimewa
Ket. India

NEW DELHI – India pada Senin (17/11), mengatakan bahwa mereka telah menandatangani kesepakatan “signifikan” yang akan membuat Amerika Serikat memasok hampir 10 persen dari impor gas minyak cair (LPG) negara Asia itu, sebagai bagian dari upaya diversifikasi sumber energi.

Dikutip dari The Strais News, hubungan antara Washington dan New Delhi memburuk pada bulan Agustus setelah Presiden Donald Trump menaikkan tarif terhadap India menjadi 50 persen, dengan pejabat AS menuduh India membantu perang Russia di Ukraina melalui pembelian minyak Russia dengan harga diskon.

Trump mengklaim bahwa Perdana Menteri India Narendra Modi telah setuju untuk mengurangi impor minyak Russia sebagai bagian dari kesepakatan dagang yang sedang dibahas dan sesuatu yang belum dikonfirmasi oleh New Delhi.

India dan AS masih melanjutkan pembicaraan, meskipun masih terdapat perbedaan pandangan dalam sejumlah isu termasuk perdagangan pertanian dan pembelian minyak Russia.

Menteri Perminyakan dan Gas Alam Hardeep Singh Puri mengatakan India telah menandatangani kontrak satu tahun untuk pasokan LPG sebesar 2,2 juta ton per tahun, yang dipasok dari wilayah pesisir Teluk AS, dan memberikan “hampir 10 persen” dari total impor LPG tahunan India.

Puri mengatakan bahwa ini merupakan “kontrak terstruktur pertama LPG AS untuk pasar India”.

“Dalam upaya kami menyediakan pasokan LPG yang aman dan terjangkau bagi masyarakat India, kami telah melakukan diversifikasi sumber LPG,” ujar Puri dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa “salah satu pasar LPG terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat di dunia kini terbuka bagi Amerika Serikat”.

Pada bulan Oktober, perusahaan penyulingan yang didukung negara India, HPCL-Mittal Energy, mengatakan bahwa mereka menghentikan pembelian minyak mentah Rusia setelah Washington menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan minyak terbesar Moskow.

Reliance Industries, pembeli utama minyak mentah Rusia di India yang dimiliki secara swasta, juga mengatakan bahwa mereka sedang menilai dampak dari pembatasan AS tersebut, serta sanksi yang diberlakukan oleh Uni Eropa.

Ekonomi India — ekonomi terbesar kelima di dunia, tumbuh pada laju tercepat dalam lima kuartal pada tiga bulan yang berakhir 30 Juni, didorong oleh peningkatan belanja pemerintah dan membaiknya sentimen konsumen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Polres Bekasi Gelar Operasi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.