Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Disperindag Tingkatkan Pemantauan Harga Bahan Pokok di Sulawesi Utara

📅 Sabtu, 06 Jun 2026, 09:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Disperindag Tingkatkan Pemantauan Harga Bahan Pokok di Sulawesi Utara Doc: ANTARA
Ket. Pedagang penjual bahan pokok di Pasar Bersehati Manado.

MANADO – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus meningkatkan pemantauan harga bahan kebutuhan pokok (bapok) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

"Kami telah memiliki tim pemantau dan pengawasan harga di sejumlah pasar tradisional di Kota Manado," kata Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulut, Leyla Karamoy, di Manado, Jumat (05/6).

Leyla mengatakan walaupun hari libur, tim ini akan terus melakukan tugasnya, apalagi dua pasar besar di Manado yang menjadi tempat pencatatan inflasi.

"Kami tidak mengenal hari libur, setiap hari terus melakukan pemantauan harga bapok, sehingga jika terjadi gejolak akan segera dilakukan langkah antisipasi," katanya.

Harus diakui, katanya, saat ini sejumlah harga bapok di sentra perdagangan Kota Manado mengalami peningkatan, seperti cabai dan bawang.

Berdasarkan pemantauan harga dari tim Disperindag Sulut harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp115 ribu per kilogram, kemudian bawang merah Rp100ribu per kilogram, tomat Rp10ribu per kilogram, bawang daun Rp15ribu per ikat, cabai keriting Rp80 ribu per kilogram dan bawang putih paling murah Rp30ribu per kilogram.

Beras di kisaran Rp12 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, minyak goreng Rp20 ribu hingga Rp22 ribu per liter.

Sedangkan daging ayam Rp40 ribu per kilogram, daging sapi Rp113 ribu per kilogram, ikan tongkol Rp35 ribu per kilogram, daging babi Rp95 ribu per kilogram.

Elna R (45), ibu rumah tangga asal Teling, Manado, mengatakan harga bahan pokok saat ini sudah meningkat tajam, padahal pendapatan keluarga tidak bertambah.

Ia mengatakan jika harga kebutuhan pokok semakin naik, masyarakat berpenghasilan rendah tidak bisa lagi mendapatkan bahan makanan yang nilai gizinya tinggi, karena harus hitung-hitungan dengan biaya hidup lainnya seperti pendidikan anak.Kenaikan harga ini, katanya, memberikan pendapatan lebih kepada petani.

Petani Cabai di Manado Tommy Taasora mengakui cukup senang dengan kenaikan harga cabai karena dirinya bisa memiliki keuntungan untuk disimpan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp75.700/...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.