Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Raksasa Migas dan Teknologi Kirim Ratusan Pelobi di COP30 Brasil

📅 Senin, 17 Nov 2025, 14:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Raksasa Migas dan Teknologi Kirim Ratusan Pelobi di COP30 Brasil Doc: AFP
Ket. CIEL mengklasifikasikan total 531 peserta pembicaraan PBB di Belem, Brasil, sebagai "pelobi" untuk perusahaan atau kelompok yang mempromosikan penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS)

BELEM - Perusahaan dan kelompok yang mendukung teknologi penangkapan karbon, yang dikritik sebagai alasan untuk terus membakar bahan bakar fosil, telah mengirimkan lebih dari 500 peserta ke perundingan iklim COP30, menurut daftar yang disusun sebuah LSM dan dibagikan secara eksklusif kepada AFP.

Daftar yang disusun oleh Pusat Hukum Lingkungan Internasional (CIEL) tersebut mencantumkan nama-nama raksasa minyak dan gas seperti ExxonMobil, Shell, dan BP, bersama dengan perusahaan milik negara Brasil, Petrobras, dan China National Petroleum Corp.

Perusahaan-perusahaan seperti raksasa teknologi AS, Amazon, Pelabuhan Antwerp-Bruges, dan perusahaan Kanada West Fraser Timber bergabung dengan kelompok-kelompok yang lebih jelas seperti Global CCS Institute.

CIEL mengklasifikasikan total 531 peserta dalam perundingan PBB di Belem, Brasil, sebagai "pelobi" untuk perusahaan atau kelompok yang mempromosikan penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS).

Jumlah mereka "menyoroti besarnya jumlah energi dan daya yang diinvestasikan industri bahan bakar fosil untuk mengamankan masa depannya dengan menjual gagasan bahwa pemerintah dan perusahaan dapat 'membersihkan' penggunaan batubara, minyak, dan gas mereka dengan menangkap dan 'mengelola' emisi," kata CIEL.

LSM tersebut mengatakan terdapat 475 pelobi CCS yang terdaftar di COP28 di Dubai dan 480 di COP29 di Baku -- keduanya memiliki jumlah peserta lebih banyak daripada konferensi di Belem.

CCS adalah teknologi yang kontroversial.

IPCC, panel ilmiah ahli PBB tentang perubahan iklim, mengatakan penangkapan karbon adalah salah satu pilihan untuk mengurangi emisi, termasuk di sektor-sektor yang sangat berpolusi seperti semen dan baja.

Peralatan CCS menangkap CO2 di sumbernya -- seperti pembangkit listrik atau fasilitas industri -- atau menariknya langsung dari udara sebelum disimpan di formasi batuan bawah tanah yang dalam.

Namun, penerapannya dalam skala besar masih mahal dan rumit secara teknis, sehingga perannya dalam mengatasi krisis iklim untuk saat ini masih sangat kecil.

"Kita membutuhkan penangkapan karbon karena kita akan melampaui (target membatasi pemanasan hingga 1,5C)," ujar Senator AS Sheldon Whitehouse, seorang Demokrat dan advokat aksi iklim yang kuat di Kongres, kepada AFP di Belem.

"Itu tidak bisa dijadikan alasan untuk meningkatkan polusi," kata Whitehouse.

CIEL mengatakan perusahaan minyak menggunakan permintaan energi dari sektor AI yang sedang booming sebagai pembenaran untuk terus melakukan pengeboran.

"CCS tidak dapat membuat bahan bakar fosil 'bersih' -- itu hanya akan membuatnya terus terbakar," kata direktur ekonomi fosil CIEL, Lili Fuhr.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.