Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Jepang Keberatan Atas Imbauan Perjalanan Tiongkok

📅 Senin, 17 Nov 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Jepang Keberatan Atas Imbauan Perjalanan Tiongkok Doc: istimewa
Ket. Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi

Tokyo – Jepang pada Sabtu (15/11), menyampaikan protes kepada Tiongkok setelah Beijing mengimbau warganya untuk tidak berkunjung ke negara tetangga itu di tengah ketegangan terkait pernyataan terbaru Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi mengenai Taiwan. 

Tokyo menyerukan respons yang tenang dan menjaga stabilitas hubungan bilateral.

Sekretaris Kabinet Minoru Kihara meminta Tiongkok mengambil langkah yang dianggap tepat tanpa menjelaskan lebih jauh dan mendorong kedua negara melanjutkan dialog.

"Pandangan Tiongkok tidak sejalan dengan pemahaman Jepang dan bahwa komunikasi berlapis antara kedua negara sangat diperlukan di tengah perbedaan yang masih ada,"ujar Kihara, juru bicara utama pemerintah, kepada para wartawan saat mengunjungi Niigata, barat laut Tokyo.  .

Direktur Jenderal Biro Urusan Asia dan Oseania Kementerian Luar Negeri Jepang, Masaaki Kanai, juga mendesak Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Tiongkok di Tokyo, Shi Yong, untuk mengambil langkah yang tepat.

Pada Jumat (14/11), Kementerian Luar Negeri Tiongkok meminta warganya menunda perjalanan ke Jepang setelah pernyataan Takaichi mengenai kemungkinan keterlibatan Jepang dalam situasi darurat Taiwan berkembang menjadi perselisihan diplomatik yang lebih luas.

Sabtu pagi, Ketua Kebijakan Partai Demokrat Liberal, Takayuki Kobayashi, mengatakan kepada wartawan di Prefektur Akita bahwa Jepang akan melanjutkan dialog dan berupaya membangun hubungan yang konstruktif dan stabil dengan Tiongkok.

Ia juga ingin memastikan alasan di balik langkah Beijing tersebut. Kobayashi menyebut hubungan kedua negara sangat penting dan menegaskan bahwa sikap Jepang terhadap Tiongkok tidak berubah.

Ketegangan meningkat setelah Takaichi mengatakan pekan lalu bahwa serangan militer Tiongkok terhadap Taiwan dapat menimbulkan situasi yang mengancam kelangsungan hidup Jepang.

Menanggapi pernyataan itu, Konsul Jenderal Tiongkok di Osaka, Xue Jian, menulis di platform X bahwa “leher kotor” harus dipotong tanpa ragu.

Kobayashi menilai komentar Xue sangat tidak pantas dan meminta pemerintah mengambil langkah tegas.

Tiongkok, yang mengeklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, menuntut Takaichi menarik kembali pernyataannya di parlemen. Ada kekhawatiran bahwa Beijing dapat meningkatkan langkah-langkah pembalasan bergantung pada respons pemerintah Jepang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.