Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menjelang Hari Raya Galungan, Bali Berharap Tak Ada Gejolak Harga Pangan

📅 Jumat, 14 Nov 2025, 15:32 WIB | Oleh:
Menjelang Hari Raya Galungan, Bali Berharap Tak Ada Gejolak Harga Pangan Doc: ist
Ket. harga pangan

DENPASAR – Sebentar lagi masyarakat Hindu Bali akan merayakan Galungan. Diharapkan tidak ada gejolak harga pangan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga untuk memacu daya beli konsumen menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan serta libur akhir tahun 2025.

"Ini penting bagaimana agar pertumbuhan ekonomi di Bali tidak diikuti kenaikan harga agar daya beli tetap terjaga," kata Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Yusuf Wicaksono di sela diskusi media di Singaraja, Bali, Jumat.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Bali yang tumbuh mencapai 5,88 persen pada triwulan III-2025, tergolong gemilang karena di atas rata-rata pertumbuhan nasional sebesar 5,04 persen. Begitu juga dengan capaian inflasi Bali pada Oktober 2025 mencapai 2,61 persen secara tahunan atau masih dalam kisaran target 1,5 hingga 3,5 persen.

Ia menjelaskan tekanan inflasi dan daya beli perlu diwaspadai khususnya menjelang hari besar keagamaan yaitu Hari Raya Galungan dan Kuningan pada minggu ketiga November 2025 serta momentum libur akhir tahun. Untuk itu, BI Bali memprioritaskan upaya keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi.

Upaya itu dilakukan di antaranya melalui operasi pasar atau pasar murah, pemantauan stok, perluasan kanal distribusi (mitra distributor, toko pangan kita, dan pengecer), hingga informasi publik salah satunya melalui peran media massa untuk mengantisipasi risiko peningkatan inflasi.

"Capaian pertumbuhan ekonomi dan inflasi itu perlu diketahui masyarakat luas, dunia usaha sehingga mendapatkan informasi akurat dan kami harap ekspektasi masyarakat berkontribusi positif terhadap perekonomian," ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan harga sejumlah kebutuhan pokok pada Sistem Informasi Harga Pangan (Sigapura) di 60 pasar di Bali pada 13 November 2025 belum ada kenaikan harga rata-rata secara signifikan, khususnya tujuh komoditas prioritas.

Tujuh komoditas prioritas itu seperti beras medium, daging sapi has luar, daging ayam ras, cabai merah besar, cabai rawit merah, bawang merah dan bawang putih.

Dari komoditas prioritas itu, harga cabai merah besar yang naik paling tinggi yaitu 2,84 persen sebesar Rp1.476 menjadi rata-rata sebesar Rp51.933 per kilogram di Bali.

Selain komoditas prioritas itu, harga daging babi yang banyak dibutuhkan saat Hari Raya Galungan juga mulai mengalami kenaikan sebesar Rp1.079 menjadi rata-rata Rp89.569 per kilogram.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

20 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

43 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.