Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BGN Tegaskan Dapur SPPG di Manokwari Harus Serap Produk Lokal

📅 Rabu, 12 Nov 2025, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
BGN Tegaskan Dapur SPPG di Manokwari Harus Serap Produk Lokal Doc: Antara
Ket. Perwakilan Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi BGN Gusti Yudha saat melakukan sosialisasi dan berdialog bersama warga pada sosialisasi terkait MBG bersama Anggota DPR RI Obet Rumbruren di Manokwari, Rabu (12/11).

Manokwari - Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, menggunakan bahan pangan lokal dari masyarakat sekitar dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Perwakilan Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi BGN Gusti Yudha di Manokwari, Rabu (12/11), mengatakan pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah serta mendorong tumbuhnya ekonomi masyarakat.

“Berdasarkan juknis, dapur SPPG mengambil bahan baku dari masyarakat setempat, kalau di sekitar tidak ada, baru bisa mencari bahan baku ke wilayah yang lain,” ujar Gusti Yudha pada sosialisasi MBG bersama Anggota Komisi IX DPR RI Obet Rumbruren.

Meski SPPG mengambil bahan baku pangan lokal, kata dia, tapi SPPG tidak bisa membeli dalam porsi kecil. Penyetoran bahan baku harus dalam jumlah besar sehingga mekanisme suplai bahan pangan dilakukan secara kolektif melalui koperasi atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Warga bisa berkoordinasi dengan koperasi atau BUMDes. Nantinya bahan dikumpulkan dulu, lalu disetor ke dapur SPPG dalam partai besar,” kata Gusti Yudha.

Dengan adanya peluang ekonomi tersebut BGN mengimbau kepada masyarakat yang dulu berhenti bertani atau beternak agar kembali aktif, karena dapur membutuhkan banyak pasokan bahan makanan.

Ia menambahkan standar biaya Program MBG ditetapkan sebesar Rp15.000 per porsi dengan rincian Rp10.000 untuk bahan makanan, Rp3.000 untuk operasional dan gaji tenaga kerja, serta Rp2.000 untuk keuntungan mitra dan yayasan pengelola.

Selain itu untuk menjaga higienis dan gizi dari menu yang disediakan SPPG, saat ini BGN membatasi jumlah porsi tiap SPPG. Jika sebelumnya satu SPPG dapat mengelola 3.000-4.000 porsi MBG, saat ini dibatasi hanya 2.500-3.000 porsi.

BGN memastikan implementasi MBG tidak hanya menekan angka gizi buruk, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar dapur SPPG melalui keterlibatan petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil lokal.

Anggota Komisi IX DPR RI Obet Rumbruren memberikan apresiasi pemberian MBG yang semakin meluas di Kabupaten Manokwari maupun di Provinsi Papua Barat.

Dengan semakin luasnya pemberian Program MBG, kata dia, dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.

Program pemenuhan gizi gratis untuk anak sekolah, lanjutnya, merupakan upaya penting dari pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas SDM di Papua Barat.

“Penting dalam implementasi Program MBG agar bahan baku makanan bergizi diambil dari petani lokal Kabupaten Manokwari untuk mendukung ekonomi masyarakat,” katanya.

Berdasarkan data dari BGN perwakilan Papua Barat, saat ini jumlah dapur SPPG di Provinsi Papua Barat sudah berjumlah 35 dapur dan 20 diantaranya berada di Kabupaten Manokwari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.