Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Batang Sebut 800 Siswa SMKN Kandeman Keracunan MBG Karena Bakteri E-coli

📅 Rabu, 12 Nov 2025, 18:41 WIB | Oleh:
Pemkab Batang Sebut 800 Siswa SMKN Kandeman Keracunan MBG Karena Bakteri E-coli Doc: ANTARA/Kutnadi
Ket. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Ida Susilaksmi pada kunjungan ke ES QIB Batang, belum lama ini.

BATANG, JAWA TENGAH - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah menginformasikan bahwa penyebab keracunan yang menimpa sekitar 800 siswa SMK Negeri Kandeman belum lama ini adalah bakteri Escherichia coli (E-coli) pada menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Ida Susilaksmi di Batang, Rabu (12/11), mengatakan bahwa berdasarkan hasil uji Balai Laboratorium Kesehatan dan Pengujian Alat Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, ditemukan adanya cemaran bakteri E-coli pada beberapa sampel makanan dan minuman.

"Dari hasil laboratorium ditemukan adanya cemaran mikrobiologi yang didapatkan di air, kemudian di nasi, dan juga di daging ayam dari sampel yang diperiksa," katanya.

Menurut dia, bakteri E-coli pada umumnya terdapat di dalam usus besar manusia, sehingga jika jumlah yang masuk sedikit dan daya tahan tubuh (imunitas) seseorang dalam kondisi baik maka tubuh masih dapat menoleransinya sehingga tidak menimbulkan keluhan.

"Akan tetapi, ketika daya tahan tubuh kita itu pas turun dan kebetulan jumlah mikrobanya juga banyak, maka bisa muncul gejala seperti sakit perut, mual, dan muntah," katanya.

Ia mengatakan air pada minuman yang dijadikan sampel juga terdeteksi mengandung E-coli karena sanitasi yang tidak higienis.

"Oleh karena itu, kami menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) higienis dan sanitasi bagi semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang merupakan penyedia makanan dalam program tersebut," katanya.

Ida mengatakan ada beberapa poin penting yang harus dipatuhi oleh SPPG antara lain sertifikat laik higiene sanitasi, melakukan pengawasan menyeluruh, dan pengendalian waktu distribusi, tempat penyimpanan makanan, dan kualitas air.

"Kami berharap semua SPPG bisa memenuhi semua persyaratan itu dan mematuhinya, serta mengadakan evaluasi secara berkala. Kami juga terus melakukan pemeriksaan berkala dan meminta SPPG melakukan evaluasi mandiri secara rutin," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman
    Preview komentar:
    Bank Panin error hari ini Nomor WhatsApp resmi ...
    Bank Panin error hari ini Nomor WhatsApp resmi ...
  • 'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika
    Preview komentar:
    Bagaimana cara menghubungi call center Bank Panin Nomor WhatsApp ...
    Bagaimana cara menghubungi call center Bank Panin Nomor WhatsApp ...
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Cerah Berawan pada Minggu (23/8), Suhu Capai 26 hingga 31 Derajat Celcius
    Preview komentar:
    Bagaimana solusi jika kartu ATM Bank Panin tertelan Nomor ...
    Bagaimana solusi jika kartu ATM Bank Panin tertelan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Olahraga
Cincinnati Open, Area Sial ...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.