Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tokoh Adat Bahas Program Makan Bergizi Gratis di Badui 

📅 Senin, 10 Nov 2025, 12:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tokoh Adat Bahas Program Makan Bergizi Gratis di Badui  Doc: ANTARA
Ket. Tokoh adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes Djaro Oom (kedua bagian kiri) dan Sahabat Relawan Indonesia (SRI) Mohamad Arief Kirdiat (depan bagian kiri).

LEBAK – Tokoh adat akan membahas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan didukung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melayani masyarakat Suku Badui pedalaman Kabupaten Lebak, Banten.

"Program MBG itu harus dimusyawarahkan dengan tokoh adat," kata Sekretaris Desa Kanekes, Kabupaten Lebak Medi saat dihubungi di Rangkasbitung di Lebak, Senin (10/11).

Pemerintah berencana program MBG akan melayani masyarakat Badui untuk pemenuhan gizi dan peningkatan kedaulatan pangan.

Namun, masyarakat Badui belum memastikan program tersebut, karena harus ada kesepakatan tokoh adat. Masyarakat Badui tentu akan menerima program MBG sepanjang itu tidak bertentangan dengan lembaga adat.

Sebab, masyarakat Badui hingga kini masih kuat memegang aturan adat istiadat setempat. Artinya, kata dia, masyarakat Badui akan menerima program tersebut sepanjang tidak bertentangan dengan adat.

"Saya kira keputusan program MBG itu diterima atau ditolak tergantung hasil kesepakatan tokoh adat," katanya.

Ia mengatakan masyarakat Badui juga menerima program bantuan pangan berupa beras yang digulirkan pemerintah setelah mendapatkan kesepakatan para tokoh adat.

Sebaliknya, juga ada program yang ditolak tokoh adat, seperti program dana desa. Oleh karena itu, pemerintah berencana menggulirkan program MBG untuk masyarakat Badui tentu harus melibatkan kesepakatan tokoh adat.

"Kita sebagai aparatur desa tentu siap saja untuk melayani masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak Asep Royani mengusulkan masyarakat Suku Badui mendapatkan program MBG untuk wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T).

Program MBG sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi di wilayah masyarakat Badui.

Karena itu, pihaknya kini masih mengkaji untuk teknis dan mekanisme pendistribusian di wilayah pemukiman masyarakat Badui.

"Kami sedang mengkaji usulan program MBG wilayah 3T untuk masyarakat Suku Badui," kata Asep.

Ketua Koordinator Sahabat Relawan Indonesia (SRI) Muhammad Arief Kirdiat menyambut positif program MBG dapat melayani masyarakat Badui untuk pemenuhan gizi, sehingga berdampak peningkatan derajat kesehatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Mengolah Sampah Daun Kering...
Luar Negeri
Ekuador Makin Kacau, Status...
Luar Negeri
Filipina Gelontorkan 362 Ju...
Ekonomi
Jaga Daya Beli Masyarakat, ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Sumut Resmi Larang Penggunaan Vape bagi ASN dan Non-ASN

Sumut Resmi Larang Penggunaan Vape bagi ASN dan Non-ASN

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.