Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KPAI Minta Kemenkomdigi Perketat Pengawasan Konten Negatif

📅 Minggu, 09 Nov 2025, 17:35 WIB | Oleh:
KPAI Minta Kemenkomdigi Perketat Pengawasan Konten Negatif Doc: KPAI
Ket. Ketua KPAI, Margaret Aliyatul Maimunah

JAKARTA - Ketua KPAI, Margaret Aliyatul Maimunah, menduga siswa terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta terpengaruh oleh konten di media sosial. Margaret pun meminta Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) meningkatkan sistem perlindungan terhadap paparan konten media sosial.

Ia menilai pengaruh dunia maya kini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah maupun orang tua di rumah. Menurutnya, banyak konten yang bersifat negatif atau berpotensi memengaruhi perilaku anak.

"Saya kira ini perlu menjadi atensi, terutama Komdigi mungkin butuh ada upaya sistem perlindungan yang lebih ketat lagi. Khususnya, terkait dengan konten-konten negatif apapun itu bentuk konten negatifnya," kata Margaret, Jakarta, Sabtu (8/11).

"Karena dari hasil pengawasan, ternyata ada dugaan bahwa (pelaku) ada pengaruh konten di medsos," imbuh dia.

Margaret pun menekankan pengawasan anak tak hanya dilakukan di dunia nyata, tetapi juga ketika anak mengakses internet.

Ia menilai langkah tersebut penting agar anak-anak mendapatkan perlindungan menyeluruh mengingat paparan digital sangat sulit dihindari di era saat ini. Menurut dia, orang tua perlu lebih waspada terhadap aktivitas digital anak apalagi di era digital hari ini.

"Tentu juga atensi kepada seluruh orang tua, ternyata upaya pengawasan kepada anak tidak hanya terkait dengan aktivitas di dunia nyata. Tetapi juga aktivitas anak-anak saat berada di dunia maya atau di dunia siber," ujar dia.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut terduga pelaku merupakan salah satu siswa di sekolah tersebut. Ia mengatakan, saat ini sejumlah informasi dan barang bukti tengah dikumpulkan. Termasuk kabar bahwa aksi itu diduga dipicu korban perundungan (bullying). Kapolri menegaskan bahwa seluruh informasi akan diverifikasi lebih lanjut.

"Itu salah satu yang kita kumpulkan terkait upaya mengungkap motif. Informasi-informasi yang dapat mendukung proses mendapatkan gambaran motif tentunya kita kumpulkan," ujar dia, Sabtu (8/11).

Kapolri menyebut terduga pelaku merupakan salah satu siswa di sekolah tersebut. Tim penyidik turut memeriksa keterangan para saksi, aktivitas media sosial siswa hingga barang bukti yang ditemukan di lokasi.

"Ditemukan beberapa bukti pendukung, ada tulisan, serbuk yang diperkirakan dapat menimbulkan ledakan. Serta catatan-catatan lain yang sedang kami kumpulkan," ujar Kapolri. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

Kejuaraan hadang tingkat pelajar

12 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Kejuaraan hadang tingkat pe...
Daerah
Bantuan alsintan modern unt...

Penumpukan sampah di Kabupaten Gowa

22 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Penumpukan sampah di Kabupa...
Luar Negeri
Mesir Gandeng Teknologi Tio...
Luar Negeri
Lansia Kuasai Populasi Jepa...
Advertisement
Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.