Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Legenda MotoGP Agostini Kagumi Semangat dan Motivasi Marc Marquez

📅 Jumat, 07 Nov 2025, 09:28 WIB | Oleh:
Legenda MotoGP Agostini Kagumi  Semangat dan Motivasi  Marc Marquez Doc: AFP
Ket. Marc Marquez bersama legenda MotoGP, Giacomo Agostini.

PARIS - Legenda MotoGP, Giacomo Agostini, memberikan pujian tinggi kepada Marc Marquez atas semangat juang dan keinginan besar untuk menang yang kembali ditunjukkanjuara dunia baru tersebut.

Dalam wawancara bersama AFP jelang seri Portugal akhir pekan ini, Agostini menilai Marquez mampu membangkitkan emosi dan kembali ke puncak setelah beberapa musim sulit. Marquez memastikan gelar ketujuhnya di kelas utama pada seri Jepang bulan September lalu, dengan lima putaran tersisa.

“Saya mengaguminya karena dia membangkitkan emosi," ujar Agostini, 83 tahun, yang rekor delapan gelar kelas premier miliknya telah bertahan selama setengah abad.

Agostini, yang pensiun pada tahun 1977 dengan total 15 gelar dari berbagai kelas, menyebut kebangkitan Marquez setelah cedera berulang dan performa Honda yang menurun sebagai sesuatu yang luar biasa. Peruntungan pembalap Spanyol itu berubah drastis setelah bergabung dengan tim satelit Gresini Ducati pada 2024, sebelum kemudian naik ke tim pabrikan Ducati musim ini dan kembali menjadi juara untuk pertama kalinya sejak 2019.

"Dia tidak pernah berpikir semuanya telah berakhir. Memiliki kekuatan untuk terus maju dan hasrat untuk menang itu sangat penting," kata Agostini.

Ketika ditanya apakah ia terkejut rekornya masih bertahan hingga 50 tahun, ia menjawab, “Saya senang, tapi pada akhirnya rekor memang dibuat untuk dipecahkan. Valentino (Rossi) nyaris menyamai (dengan tujuh gelar), tapi tidak berhasil. Marquez masih muda (32), mungkin dia bisa mencapainya, atau mungkin tidak.”

Setelah mengunci gelar ketujuhnya, Marquez harus menjalani operasi bahu akibat kecelakaan di Indonesia, yang memaksanya absen hingga akhir musim. Ia memang memiliki riwayat cedera panjang, termasuk patah lengan kanan pada awal musim 2020, cedera yang nyaris memaksanya pensiun.

“Setelah kecelakaan, kembali balapan itu tidak mudah. Tapi dia bekerja keras, tidak pernah merasa semuanya selesai. Itu sangat penting: kekuatan untuk terus berjuang dan keinginan untuk menang,” lanjut Agostini.

“Dia memiliki dorongan, dahaga akan kemenangan. Dia ingin menang seperti para pebalap besar lainnya. Saya mengaguminya karena dia memunculkan emosi di lintasan. Semua orang mencintai sosok seperti itu, yang melakukan hal-hal yang tidak dilakukan banyak orang, apa pun cabang olahraganya.”

Agostini juga menyinggung keputusan besar Marquez meninggalkan Honda setelah sepuluh tahun kebersamaan dan enam gelar dunia, untuk bergabung dengan Ducati.

“Dia punya keberanian untuk meninggalkan Honda, salah satu merek terbesar di dunia. Tidak mudah meninggalkan Honda untuk Ducati. Tapi dia berkata pada dirinya sendiri, ‘Saya ingin menang’, dan untuk menang, kamu butuh motor yang memberi peluang.

“Dia memutuskan kontrak bernilai jutaan untuk bergabung dengan tim privat (Gresini). Itu hal yang patut dikagumi.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.