Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Selektif, Menkeu Hanya Undang Investor Asing yang Mau Alih Teknologi

📅 Kamis, 06 Nov 2025, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Selektif, Menkeu Hanya Undang Investor Asing yang Mau Alih Teknologi Doc: istimewa
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk lebih selektif menarik investor asing menanamkan modalnya di dalam negeri.

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk lebih selektif menarik investor asing menanamkan modalnya di dalam negeri. Dia pun mengaku tidak akan memohon-mohon kepada investor asing untuk berinvestasi membangun usaha di Indonesia.

Purbaya menilai investor asing bukanlah faktor yang menentukan pembangunan perekonomian suatu negara, melainkan sebatas pihak yang hanya ingin menikmati kue ekonomi dari hasil pembangunan anak bangsa.

“Saya ngundang investor asing enggak? ya ngundang, tapi saya enggak akan memohon-mohon, kenapa? Saya termasuk yang percaya bahwa asing enggak akan membangun negara kita, mereka masuk ke sini hanya untuk memanfaatkan kue pertumbuhan ekonomi,” papar Purbaya saat rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, Jakarta, Selasa (4/11).

Oleh sebab itu, fokus kebijakan ke depan lebih mendorong pertumbuhan ekonomi itu sendiri, hingga akhirnya para investor berebut untuk menanamkan modalnya di dalam negeri.

“Jadi kalau mau ngundang investor asing ke sini ya kita ciptakan kue-nya itu, mereka pasti masuk, saya manfaatkan untuk mendorong ekonomi kita ke pertumbuhan yang lebih cepat lagi,” tegasnya.

Pemerintah saat ini jelasnya tidak akan membiarkan investor asing sembarangan masuk ke Indonesia, tetapi lebih selektif dengan mengukur seberapa besar efek lanjutannya dalam memacu ekonomi masyarakat bisa tumbuh lebih cepat.

“Pasti akan saya cari yang ada spill over teknologi nya. Kalau tukang jahit baju aja enggak usah diundang ke sini, sudah banyak di sini. Yang kita punya enggak usah dibuka, tapi yang kita enggak punya kita buka, itu strategi kita ke depan,” papar Purbaya.

Menkeu pun mengklaim memiliki banyak instrumen yang bisa digunakan untuk menyaring investasi yang masuk ke Indonesia lebih berkualitas ke depannya.

“Kementerian Keuangan katanya bukan urusannya itu, tapi saya punya instrumen pajak instrumen tarif, kita kerjain dari situ kalau mereka ngotot,” kata Purbaya.

Adapun Penanaman Modal Asing (PMA) dalam keseluruhan realisasi investasi di Indonesia bukan menjadi yang dominan selama ini. Hingga akhir kuartal III-2025, nilai PMA atau foreign direct investment (FDI) hanya 644,6 triliun rupiah atau setara 44,9 persen dari total realisasi investasi 1.434,3 triliun rupiah. Mayoritas masih berasal dari penyertaan modal dalam negeri (PMDN) yang senilai 789,7 triliun rupiah atau 55,1 persen.

Populasi Besar

Pengamat ekonomi dari Universitas Surabaya, Wibisono Hardjopranoto menilai Indonesia layak jadi tujuan potensial investor asing, jika dikelola dengan benar.

“Purbaya tahu sebetulnya yang dibutuhkan investor adalah kepastian usaha yang goal akhirnya adalah profit. Dan sebenarnya Indonesia ini mirip Tiongkok dalam skala yang lebih kecil, tenaga kerja melimpah dengan market yang besar karena jumlah penduduknya,” katanya.

Dengan modal consumption-driven dari populasi yang besar, yang perlu dilakukan agar FDI mau masuk tinggal membuat iklim investasi yang kondusif menyederhanakan birokrasi, berantas korupsi dan sebagainya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Menlu Marco Rubio Tegaskan ...
Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.