PGE Jadikan Kamojang Model Pengelolaan Panas Bumi Berkelanjutan
📅 Kamis, 06 Nov 2025, 19:45 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: PGE
JAKARTA – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) terus memperkuat peran strategis Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Kamojang. Kawasan ini dianggap sebagai penggerak utama industri panas bumi nasional sekaligus pilar penting dalam mendukung transisi energi Indonesia.
Dengan menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dan kontribusi sosial, PGE mengembangkan WKP Kamojang sebagai wujud nyata komitmen perusahaan terhadap percepatan transisi energi nasional dan pencapaian target Net Zero Emission 2060.
“Sebagai pelopor panas bumi di Indonesia, Kamojang bukan hanya simbol sejarah, tetapi bukti nyata kontribusi Indonesia dalam mewujudkan masa depan energi bersih. Kami berkomitmen menjadikan Kamojang sebagai pusat inovasi yang membuktikan bagaimana energi panas bumi dapat memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar General Manager PGE Area Kamojang I Made Budi Kesuma Adi Putra, melalui keteranganya pada hari Kamis (6/11).
Dalam mengembangkan energi bersih, PGE juga aktif memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasi Kamojang melalui berbagai inisiatif berkelanjutan. Salah satunya adalah program Digital Rangers App, yang menghadirkan berbagai layanan digital, termasuk transportasi, mitra jasa wisata, platform penjualan daring, dan media promosi.
“Melalui program ini, masyarakat Kamojang berpartisipasi secara aktif dengan menjadi mitra driver menggunakan motor listrik yang dayanya bersumber dari listrik bersih hasil produksi PLTP Kamojang,” ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemanfaatan panas bumi secara langsung (direct use) juga turut mendorong ekonomi lokal. Melalui inovasi Geothermal Dry House pertama di dunia, petani memanfaatkan uap panas bumi dari PLTP Kamojang untuk mempercepat proses pengeringan kopi dari yang sebelumnya memakan waktu 30–45 hari, kini hanya membutuhkan 3–10 hari.
“Inovasi telah ini meningkatkan pendapatan petani kopi hingga tiga kali lipat dan kopi Kamojang menembus pasar Jepang, Korea, dan Eropa,” kata dia.
Untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati, PGE bekerja sama dengan BBKSDA Jawa Barat, Raptor Indonesia, dan masyarakat Kamojang untuk melestarikan Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) yang memiliki penglihatan tajam serta kecepatan hingga 300 km/jam. Kini, Pusat Konservasi Elang Kamojang telah melepasliarkan 153 Elang Jawa dari total 392 ekor yang telah dikonservasi sejak 2014.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terbaru, PGE tengah menjalankan program GEMAH KARSA (Geothermal Empowerment for Maximizing Agriculture through Kamojang Responsible and Sustainable Farming), yang memberdayakan 2.647 penerima manfaat dari kelompok rentan lewat pertanian berkelanjutan berbasis energi panas bumi, penyediaan air bersih, dan produksi pupuk organik.
Made Budi menegaskan komitmen PGE untuk memastikan bahwa pertumbuhan bisnis perusahaan berjalan selaras dengan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, keberadaan PLTP Kamojang tidak hanya memberi manfaat energi, tetapi juga nilai sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Melalui berbagai program pemberdayaan, kami ingin memastikan bahwa setiap langkah pengembangan energy panas bumi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan komunitas lokal,” papar Adi.
Berbagai program yang dijalankan PGE ini telah mendapatkan pengakuan nasional dan internasional, termasuk penghargaan PROPER Emas yang diterima PGE Kamojang dari Kementerian Lingkungan Hidup selama 14 kali berturut-turut.
Tulang Punggung Transisi Energi Nasional
Area Kamojang merupakan wilayah panas bumi tertua di Indonesia. kawasan ini pertama kali dieksplorasi oleh Belanda pada tahun 1926. Sementara itu, eksplorasi oleh Pertamina dimulai pada 1974, dan PLTP Kamojang pertama resmi beroperasi komersial sejak 1983.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!