Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PTPN I Perkuat Rantai Pasok Kopi Global

8 Jumat, 12 Jun 2026, 20:43 WIB | Oleh:
PTPN I Perkuat Rantai Pasok Kopi Global PTPN I Perkuat Rantai Pasok Kopi Global Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA – PTPN I (Persero) terus mematangkan langkah transformasi sektor komoditas kopi melalui implementasi inovasi agronomi yang agresif dan penguatan hilirisasi modern.

Menghadapi dinamika iklim global, langkah strategis BUMN perkebunan ini difokuskan pada peningkatan produktivitas tanaman, standardisasi pascapanen, hingga perluasan penetrasi pasar ekspor di tiga benua utama.

Direktur Utama PTPN I (Persero), Teddy Yunirman Danas, menyatakan bahwa langkah transformasi ini merupakan komitmen jangka panjang perusahaan untuk memosisikan kopi Indonesia di kancah internasional melalui efisiensi hulu dan hilirisasi bernilai tambah tinggi.

"Integrasi dari kebun hingga ke hilir menjadi kunci utama perusahaan dalam menghadapi tantangan volatilitas pasar global sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan sekitar kebun," katanya dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (12/06).

Untuk mendongkrak volume produksi secara berkelanjutan sekaligus mengamankan potensi panen pada musim-musim berikutnya, PTPN I (Persero) menerapkan empat formula pemeliharaan tanaman secara presisi di wilayah hulu.

Langkah pertama diawali dengan program sulam dan penyisipan pohon, yaitu peremajaan tanaman secara selektif di area kebun guna mengoptimalkan populasi tanaman per hektare serta menjaga stabilitas densitas produksi.

Paralel dengan peremajaan, perusahaan melakukan peningkatan rasio pemupukan dengan menambah volume dan menyesuaikan jadwal pemupukan yang diselaraskan dengan kebutuhan vegetatif serta generatif tanaman.

Manajemen juga menerapkan standardisasi pemangkasan cabang secara periodik pascapanen. Langkah krusial ini diambil untuk merangsang pertumbuhan tunas produktif baru, mengoptimalkan sirkulasi udara, sekaligus memastikan lonjakan produksi buah kopi pada musim panen tahun berikutnya.

Sebagai pilar kebun yang berkelanjutan, PTPN I (Persero) melakukan rehabilitasi kesuburan tanah melalui pemberian bahan organik secara masif. Perusahaan membangun ekosistem sirkular dengan memanfaatkan pupuk organik hasil sinergi dan kolaborasi bersama para peternak lokal di sekitar lingkungan perkebunan.

Teddy Yunirman Danas menegaskan bahwa seluruh inovasi di tingkat hulu ini tidak sekadar mengejar kuantitas, tetapi juga bentuk adaptasi perseroan terhadap perubahan iklim agar hasil panen tetap konsisten dan memiliki daya saing tinggi.

Keberhasilan inovasi hulu tersebut ditopang oleh pemilihan bibit kopi berkualitas tinggi yang adaptif terhadap perubahan cuaca ekstrem serta memiliki daya tahan tangguh terhadap serangan hama dan penyakit tumbuhan.

PTPN I (Persero) memfokuskan pengembangan pada dua rumpun utama berdaya saing tinggi, yakni Kopi Arabika dan Kopi Robusta. Untuk varietas Arabika, perusahaan mengandalkan jenis Andung Sari 2 K, Gayo, dan Kamasti yang memiliki potensi produktivitas hingga 850 Kg per hektare.

Sementara untuk Robusta, digunakan klone tangguh dengan sistem perakaran kuat dan percabangan lebat, yaitu BP 42, BP 409, BP 939, dan Tugusari 6 dengan potensi mencapai 1.000 Kg per hektare. Kedua rumpun ini dipilih secara ketat untuk menghasilkan profil komoditas yang memenuhi standar kualifikasi pasar dunia, yakni Citra Rasa Ekselen yang diadakan oleh para kurator kopi internasional.

Kekuatan utama komoditas kopi PTPN I (Persero) terletak pada integrasi rantai pasok yang solid antara perkebunan dan unit pengolahan modern di Banyuwangi, Jember, dan Banaran, yang meliputi pabrik Kaligua, Banaran, serta Java Kopi Gampit. Seluruh fasilitas pengolahan utama ini dikelola secara profesional melalui koordinasi wilayah regional.(*).

Di wilayah Jawa Timur, PTPN I Regional 5 mengelola unit pengolahan kopi robusta skala besar yang tersebar di lokasi strategis seperti Kebun Bangelan di Malang, Kebun Ngrangkah Pawon, Kebun Renteng, dan Kebun Silosanen.

Selain itu, Regional 5 juga mengendalikan kawasan perkebunan eksklusif dan infrastruktur pengolahan kopi premium terintegrasi melalui Java Coffee Estate (JCE) di lereng Gunung Ijen. Bergerak ke Jawa Tengah, PTPN I Regional 3 mengoperasikan hilirisasi Kebun Banaran, serta mengelola fasilitas pengolahan komoditas kopi di Sukamangli, Ngobo, Getas, dan Jolong.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.