Expo Syariah Jakarta Ungkap Komitmen Pemprov Perkuat Ekonomi Umat
📅 Kamis, 06 Nov 2025, 19:15 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Istimewa
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan langkah konkret dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah bagi seluruh lapisan masyarakat. Upaya ini ditegaskan dalam acara Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2025 yang digelar di Main Atrium Lippo Mall Nusantara, Jakarta Selatan.
Acara ini berlangsung mulai 6 hingga 9 November 2025 dan menghadirkan rangkaian program edukasi untuk publik. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan lebih mengenal produk dan layanan keuangan syariah yang adil dan beretika.
"Melalui kegiatan ini, tentu dapat membuka ruang yang luas bagi masyarakat untuk mengenal, memahami, dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan berbasis nilai-nilai syariah."
Menurut Wagub Rano, keuangan syariah bukan hanya untuk kalangan tertentu, melainkan sistem keuangan yang memberi kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Ia menekankan bahwa UMKM akan menjadi sektor yang paling terasa manfaatnya melalui kemudahan akses pembiayaan syariah.
"Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, termasuk melalui program edukasi masyarakat, pelatihan UMKM, dan fasilitasi akses terhadap lembaga keuangan syariah."
Sebaiknya Anda baca juga:
Rano turut mengungkapkan bahwa Pemprov DKI telah membentuk Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS). Pembentukan ini tercantum dalam Keputusan Gubernur Nomor 443 Tahun 2023 dan menjadi mesin penggerak sinergi lintas sektor.
"KDEKS hadir untuk memastikan sinergi antara sektor publik, lembaga keuangan akademisi dan komunitas dalam mempercepat perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di berbagai bidang. Mulai dari usaha mikro dan industri halal, pendidikan dan pesantren, hingga ekonomi hijau."
Pemprov DKI turut menjalankan sejumlah program yang berfokus pada pemberdayaan UMKM melalui pendekatan syariah. Salah satunya adalah ekosistem pesantren inklusif keuangan syariah yang diperkuat dengan dukungan bank wakaf mikro.
Sebaiknya Anda baca juga:
Program inklusi juga diperluas hingga Kepulauan Seribu agar masyarakat kepulauan mendapatkan akses setara terhadap layanan keuangan syariah. Selain itu, Pemprov mendorong pertumbuhan wirausaha melalui program Jakarta Entrepreneur.
"Dalam ekosistem kewirausahaan terpadu, saat ini lebih dari 415.000 anggota yang sudah terdaftar. Kami juga melakukan akselerasi digitalisasi pasar tradisional bersama Bank Jakarta dan perbankan nasional untuk memperluas penggunan QRIS dan pembiayaan usaha kecil."
Digitalisasi sektor ekonomi kerakyatan disebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan daya saing UMKM. Pemprov optimistis integrasi antara layanan keuangan, ekonomi kreatif, dan ekonomi digital akan semakin memperkuat perekonomian daerah.
Rano mengajak seluruh pihak untuk mengambil bagian dalam pengembangan keuangan syariah. Ia menekankan bahwa agenda ini merupakan upaya kolektif untuk mendorong kemandirian ekonomi umat di masa depan.
"Saya mengajak seluruh pihak untuk menjadikan momentum EKSiS 2025 ini sebagai langkah bersama menuju kemandirian ekonomi umat. Mari kita jadikan keuangan syariah bukan hanya sistem finansial, tetapi juga gerakan sosial yang membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan bangsa."
Acara ini turut dihadiri sejumlah pejabat seperti Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan perwakilan Otoritas Jasa Keuangan. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan diharapkan mempercepat penyelesaian tantangan ekonomi syariah di Jakarta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!