Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Kepri Perkuat Hilirisasi Pangan Laut Dorong Ekonomi Inklusif

📅 Selasa, 04 Nov 2025, 13:08 WIB | Oleh:
Pemprov Kepri Perkuat Hilirisasi Pangan Laut Dorong Ekonomi Inklusif Doc: antara foto
Ket. Hilirisasi pangan laut di Kepri.

BATAM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) menegaskan komitmennya untuk memperkuat hilirisasi produk pangan kekayaan laut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata dan inklusif.

“Kolaborasi seluruh pengusaha menjadi kunci. Potensi laut sangat besar, mulai dari blue food seperti rumput laut, ikan, hingga sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa perkapalan. Semua ini bisa memicu ekonomi baru,” ujar Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Adi Prihantara di Batam, Selasa (4/10).

Ia menyampaikan hal tersebut usai memberi sambutan pada forum ekonomi yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Kepri, yang mengangkat tema terkait potensi ekonomi biru yang inklusif.

Ia mengatakan bahwa ekonomi biru dapat memberi nilai tambah dan memperluas lapangan kerja, terutama di sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan industri pengolahan.

Adi menambahkan, hilirisasi produk laut akan menjadi prioritas, terutama bagi pelaku UMKM dan nelayan.

“Selama ini ikan bagus langsung dijual. Ke depan, kita dorong pengolahan seperti fillet, ikan kering, kerupuk, hingga produk olahan berbasis laut agar ada nilai tambah dan daya saing,” katanya.

Adi menjelaskan, saat ini Kota Batam masih menjadi penyumbang terbesar ekonomi Kepri dengan kontribusi mencapai 66 persen, sementara daerah lain masih relatif kecil, sebagian hanya menyentuh 4 persen.

Karena itu, Pemprov Kepri mendorong pemerataan pembangunan ekonomi antardaerah, termasuk di wilayah kepulauan seperti Natuna dan Anambas.

“Kami sudah menyiapkan langkah untuk mengurangi kesenjangan jarak antardaerah. Jika tidak ada kendala ekonomi, tahun 2027 kita rencanakan ada penerbangan dari setiap kabupaten/kota ke Batam dengan pesawat kecil PT Dirgantara Indonesia berkapasitas 18-20 orang,” kata dia.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya mendorong masuknya investasi asing untuk mendukung UMKM, namun persyaratannya akan mengikuti regulasi pusat di bawah Penanaman Modal Asing (PMA).

“Kita mendorong investasi asing untuk mendukung UMKM lokal. Forum seperti ini akan memunculkan ide baru, termasuk untuk pembuatan regulasi yang lebih adaptif,” kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Polisi Buru Pelaku Pencuria...
Ekonomi
Indonesia produksi beras te...

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

52 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.