Madrid Siap Bendung Kebangkitan Liverpool
📅 Selasa, 04 Nov 2025, 05:35 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP/CHARLY TRIBALLEAU /Ben STANSALL
LIVERPOOL - Di era modern Liga Champions, pertemuan Liverpool dan Real Madrid telah terjadi berulang kali. Kini kedua klub kembali berjumpa di Anfield, Rabu (5/11) dini hari WIB, dalam lanjutan fase liga Liga Champions. Cerita besar menyelimuti laga ini: kembalinya Xabi Alonso.
Arne Slot akhirnya bisa sedikit bernafas lega setelah Liverpool menutup rentetan hasil buruk di kompetisi domestik lewat kemenangan 2-0 atas Aston Villa, Sabtu lalu. Mohamed Salah mencetak gol ke-250 bagi The Reds. Sepakan Ryan Gravenberch yang terdefleksi memastikan tiga poin berharga. Namun di balik kemenangan itu, sorotan utama tertuju pada lawan kali ini: Real Madrid yang kini berada di bawah kendali Alonso, pengatur ritme lini tengah Liverpool era 2004–2009.
Slot sempat berada di ujung tanduk. Pelatih asal Belanda itu hampir menjadi pelatih Liverpool pertama yang menelan lima kekalahan beruntun di Liga Inggris. Namun, performa yang membaik dari para pemainnya, terutama di Anfield, memberi tanda kebangkitan. Dari delapan laga terakhir di semua kompetisi, Liverpool baru meraih dua kemenangan. Salah satunya saat mengalahkan Eintracht Frankfurt 5-1 di Liga Champions.
Namun, laga di Anfield kali ini akan menghadirkan ujian sejati. Real Madrid datang dengan wajah baru: disiplin, agresif, dan efisien. Di bawah Alonso, Los Blancos memimpin perburuan gelar La Liga setelah menghajar Valencia 4-0 dan sebelumnya menaklukkan Barcelona di El Clasico. Dari 14 laga di semua kompetisi musim ini, Real menang 13 kali. Satu-satunya noda hanyalah kekalahan 2-5 di derby kontra Atletico Madrid.
Ketika Carlo Ancelotti mundur setelah musim tanpa trofi, Real menunjuk Alonso yang sebelumnya membawa Bayer Leverkusen menembus papan atas Bundesliga. Dia langsung memberi dampak instan: Madrid kini tampil lebih hidup dan intens. “Untuk memenangkan trofi, kami harus bertahan dengan baik dan menjaga banyak clean sheet,” ujar Alonso usai kemenangan 4-0 atas Valencia, yang menjadi clean sheet ketujuh musim ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Media Spanyol Marca menulis, “Madrid telah menempa identitas baru. Mereka kini mendominasi, menekan, dan menaklukkan lawan-lawan.” Sebuah pujian yang menegaskan perubahan besar dari era Ancelotti yang lebih pasif. Alonso tak ragu membuat keputusan keras, dari mencadangkan Rodrygo, menggeser posisi Valverde, hingga memberi ruang bagi bintang muda Arda Guler menggantikan peran veteran Toni Kroos dan Luka Modric.
Statistik pun mendukung. Tak ada tim Eropa musim ini yang lebih banyak merebut bola di area pertahanan lawan ketimbang Real Madrid. Mbappe, yang kini tampil menekan sejak lini depan, telah mencetak 18 gol di semua ajang. Jude Bellingham, setelah pulih dari operasi bahu, kembali ke performa terbaik dengan gol ke gawang Barcelona, Juventus, dan Valencia dalam dua pekan terakhir.
Emosi-Nostalgia
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepulangan Alonso ke Anfield membawa nuansa emosional. Dia adalah pahlawan di Istanbul 2005, gelar Liga Champions yang abadi di ingatan publik Merseyside. Banyak fans Liverpool sempat berharap Alonso akan menggantikan Jurgen Klopp pada tahun 2024, sebelum dia memilih bertahan di Spanyol. Kini, dia datang sebagai lawan, memimpin Real Madrid yang kembali tampak tak terhentikan.
Namun, Anfield selalu punya aura magis tersendiri. Musim lalu, Liverpool sempat menghentikan delapan kekalahan beruntun dari Madrid dengan kemenangan 2-0 di fase liga, hasil yang kini mereka harap bisa diulang. Slot, yang menurunkan kombinasi pemain muda dan senior, tampaknya akan kembali mengandalkan Salah, Szoboszlai, Gakpo, dan Ekitike di lini depan. Sementara itu, di belakang, Van Dijk dan Robertson akan memimpin pertahanan tanpa kehadiran kiper utama Alisson Becker yang masih cedera.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!