Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kementan Inovasi Alat Pertanian Canggih Berbasis Robotik dan Tenaga Baterai

📅 Selasa, 04 Nov 2025, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kementan Inovasi Alat Pertanian Canggih Berbasis Robotik dan Tenaga Baterai Doc: Antara
Ket. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menunjukkan mesin pertanian modern yang ada di Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Mektan Serpong, Tengerang, Banten, Senin (3/11

Tangerang, Banten - Kementerian Pertanian mengembangkan alat pertanian modern berbasis baterai dan robotik yang dapat dikendalikan secara otonom untuk mendukung transformasi pertanian nasional secara efektif dan efisien.

Dalam uji coba di lapangan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan teknologi baru seperti combine harvester dan rice transplanter buatan dalam negeri telah menunjukkan hasil positif dan siap dikembangkan lebih lanjut.

"Ini tadi uji coba. Ini kan combine harvester kita bisa buat. Rice transplanter kita buat. Yang kami inginkan adalah nanti menggunakan baterai, kemudian robotik. Jadi nanti otonomus," kata Mentan di sela-sela mengunjungi Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Mektan Serpong di Tengerang, Banten, Senin (3/11).

Ia menuturkan, teknologi yang dikembangkan BRMP Mektan itu akan menjadi bagian dari revolusi pertanian cerdas yang memungkinkan generasi muda seperti milenial dan Gen Z mengelola lahan serta panen hanya melalui kendali jarak jauh.

Konsep pertanian otonom ini, kata Amran, memungkinkan petani untuk mengoperasikan alat pertanian hanya dengan tombol dari lokasi berbeda, menjadikan sektor pertanian lebih menarik dan efisien.

"Milenial dengan generasi Z bisa mengolah lahan tanam, panen itu dari bawah pohon. Nah itu mimpi. Pusatnya di sini. Pake remot kontrolnya. Dari bawah pohon. Jadi Anda wartawan mau bertani, tombol aja dari Jakarta. Bertani di Bekasi tinggal distir," beber Amran.

Kementan juga menargetkan alat panen dan tanam tersebut dapat digunakan di lahan rawa dengan kemampuan terapung, sehingga cocok untuk kondisi geografis beragam di Indonesia, termasuk wilayah pertanian sulit dijangkau.

Menurut dia, penggunaan baterai akan menekan biaya operasional hingga 60 persen dibandingkan mesin diesel konvensional, sekaligus menjadi langkah menuju pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Selain itu, pengembangan combine harvester atau alat mesin panen yang dilakukan jajarannya dapat menghemat biaya pengadaan. Di mana harga alat mesin pertanian itu mencapai sekitar Rp600 juta per unit, namun di tangan BRMP Mektan bisa mengembangkan dengan biaya sekitar Rp300 juta per unit.

"Kemarin kan harganya yang tadi kita hitung-hitung per unit itu Rp300 juta. Kayak yang dulu itu Rp600 juta, ini separuh. Terus kemudian rice transplanter itu mungkin Rp10 jutaan dari harga (pasaran) Rp60 jutaan," bebernya.

Mentan menegaskan inovasi itu menjadi bagian dari visi besar pertanian modern Indonesia, di mana efisiensi, kreativitas, dan kemandirian teknologi menjadi fondasi utama dalam menjaga kedaulatan pangan nasional.

Kendati demikian, Amran tidak menyebutkan berapa target produksi dari alat mesin pertanian tersebut karena saat ini masih dalam tahap uji coba.

"Combine harvester dan rice transplanter saat ini masih tahap uji coba. Tapi sudah bisa jalan. Masih pakai solar, diesel ke depan pakai baterai. Karena pakai baterai jauh lebih murah, bisa hemat sampai 60 persen (biaya)," kata lagi.

Hanya saja, dia optimistis teknologi itu akan segera terealisasi secara luas, menandai era baru pertanian yang lebih cerdas, hemat energi, dan diminati generasi muda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
DPR Desak Pemerintah Segara...
Olahraga
PBSI Lakukan Penataan di Sk...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Strawberry Moon 2026 Muncul 29 Juni, Ini Asal-usul Nama dan Waktu Terbaik Melihatnya

Strawberry Moon 2026 Muncul 29 Juni, Ini Asal-usul Nama dan Waktu Terbaik Melihatnya

29 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.