Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ambisi Besar BEI! Kapitalisasi Pasar Ditargetkan Tembus Rp30.000 Triliun

📅 Senin, 29 Jun 2026, 18:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ambisi Besar BEI! Kapitalisasi Pasar Ditargetkan Tembus Rp30.000 Triliun Doc: ANTARA FOTO/ Muhammad Adimaja.
Ket. Ilustrasi-Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta.

JAKARTA – Target ambisius PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk meningkatkan kapitalisasi pasar (market cap) mencerminkan upaya memperkuat peran pasar modal sebagai motor pembiayaan ekonomi nasional.

Pencapaian target tersebut akan bergantung pada peningkatan jumlah emiten berkualitas, pertumbuhan investor domestik, likuiditas perdagangan yang lebih dalam, serta masuknya arus modal asing yang berkelanjutan.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, strategi ini juga menuntut penguatan tata kelola pasar, inovasi produk investasi, dan peningkatan kepercayaan investor agar pasar modal Indonesia semakin kompetitif di tingkat regional maupun global.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan kapitalisasi pasar (market cap) pasar modal Indonesia dapat mencapai Rp30.000 triliun pada 2030, atau tumbuh hampir dua kali lipat dibandingkan senilai Rp15.849 triliun pada 2025.

Seiring dengan itu, BEI menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) saham dapat mencapai Rp31 triliun pada 2030, atau tumbuh dibandingkan senilai Rp18,1 triliun pada 2025.

“Kami telah menetapkan target Bursa Efek Indonesia pada 2030, target kapitalisasi pasar menjadi Rp30.000 triliun, target rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp31 triliun,” ujar Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik dalam Konferensi Pers seusai menggelar RUPST di Gedung BEI Jakarta, Senin (29/6).

Kemudian, BEI menargetkan perusahaan tercatat (emiten) dapat mencapai lebih dari 1.100 perusahaan pada 2030, atau tumbuh dibandingkan sebanyak 956 perusahaan pada 2025.

Selanjutnya, BEI menargetkan jumlah investor pasar modal Indonesia dapat mencapai 35 juta Single Investor Identification (SID) pada 2030, atau tumbuh dibandingkan sebanyak 20,3 juta SID pada 2025.

Lebih lanjut, BEI menargetkan rasio kapitalisasi pasar modal Indonesia dapat mencapai sebesar 83 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2030, dibandingkan sebesar 66,5 persen pada 2025.

“Kemudian target perusahaan tercatat lebih dari 1.100 perusahaan tercatat, jumlah investor pasar modal mencapai 35 juta investor di tahun 2030, dan rasio market cap terhadap GDP di atas 83 persen,” ujar Jeffrey.

Sebagai upaya mencapai target-target tersebut, Jeffrey menjelaskan BEI telah menetapkan empat sasaran strategis, diantaranya pertumbuhan bisnis transaksi, pengembangan bisnis non-transaksi, peningkatan kuantitas dan kualitas perusahaan tercatat, serta peningkatan inklusivitas untuk segmen investor.

“Kami telah menetapkan goal statement, yaitu kami akan membawa Bursa Efek Indonesia menjadi bursa kelas dunia untuk manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia,” ujar Jeffrey.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PBSI Lakukan Penataan di Skuad Ganda Putri

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
PBSI Lakukan Penataan di Sk...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Strawberry Moon 2026 Muncul 29 Juni, Ini Asal-usul Nama dan Waktu Terbaik Melihatnya

Strawberry Moon 2026 Muncul 29 Juni, Ini Asal-usul Nama dan Waktu Terbaik Melihatnya

29 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.