Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPPTKG: Gunung Merapi Luncurkan Tujuh Kali Awan Panas Guguran

📅 Senin, 03 Nov 2025, 13:30 WIB | Oleh:
BPPTKG: Gunung Merapi Luncurkan Tujuh Kali Awan Panas Guguran Doc: Badan Geologi

JAKARTA - Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas erupsi dengan keluarnya 7 kali awan panas guguran, Minggu (2/11). Peristiwa tersebut terpantau melalui data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Peristiwa pertama tercatat terjadi pada pukul 11.04 WIB siang hari. Sementara itu, kejadian terakhir terpantau sekitar pukul 20.46 WIB malam.

“Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi sebanyak 7 kali. Pertama terjadi pukul 11.40 WIB dan yang terakhir tadi pada pukul 20.46 WIB,” ujar Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso dalam keterangan resmi, Minggu (2/11)

Menurut data BPPTKG, jarak luncuran awan panas berkisar antara 1–2 kilometer. Arah dominan luncuran mengarah ke hulu Sungai Krasak, wilayah barat daya gunung.

Agus menjelaskan peningkatan aktivitas ini masih tergolong wajar. Fenomena tersebut disebut sebagai bagian dari perilaku erupsi Gunung Merapi sejak 2021 yang memang bersifat intensif.

Sejak awal tahun 2021, tercatat lebih dari 12 kali peningkatan signifikan pada intensitas erupsi Merapi. Aktivitas tersebut juga kerap diselingi dengan kejadian guguran lava dan awan panas seperti yang terjadi kali ini.

“Kami sampaikan bahwa peningkatan intensitas erupsi hari ini adalah bagian dari perilaku erupsi Gunung Merapi sejak tahun 2021. Dimana erupsi terhitung cukup intensif kejadian guguran mencapai ratusan kali perhari diselingi dengan kejadian awan panas seperti yang terjadi hari ini,” kata Agus.

Musim hujan disebut turut berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas Merapi. Curah hujan tinggi dapat mengganggu kestabilan kubah lava, sehingga memperbesar potensi guguran.

“Pada musim penghujan hari ini intensitas erupsi dapat cenderung meningkat. Karena curah hujan yang tinggi dapat mengganggu kestabilan kubah lava,” ujar dia.

Agus memastikan bahwa jarak luncur awan panas kali ini masih jauh dari pemukiman warga. Ia menegaskan tidak ada indikasi peningkatan ekstrem yang membahayakan masyarakat sekitar.

Status Gunung Merapi juga tetap berada di Level III (Siaga), BPPTKG tetap melakukan pemantauan intensif selama 24 jam penuh. Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada, serta selalu mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.