Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menag Nasaruddin Umar Minta UIN Datokarama Palu Jadi Ujung Tombak Pelestarian Lingkungan

📅 Minggu, 02 Nov 2025, 15:38 WIB | Oleh:
Menag Nasaruddin Umar Minta UIN Datokarama Palu Jadi Ujung Tombak Pelestarian Lingkungan Doc: antara foto
Ket. Menag Nasaruddin Umar saat menyampaikan orasi ilmiah pada Wisuda Ke-45 Sarjana, Magister, dan Doktor UIN Datokarama di Kota Palu, Minggu (2/11).

PALU - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meminta sivitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menjadi ujung tombak dalam mengampanyekan pelestarian lingkungan demi keberlangsungan hidup manusia.

"Daya bunuhnya lingkungan yang rusak jauh lebih parah daripada perang itu sendiri. Kita hanya meratapi korban yang ada di Israel, Palestina, Ukraina, Russia. Tetapi kita enggak sadar, ada pembunuh yang sangat dahsyat yaitu rusaknya lingkungan," kata Menag saat menyampaikan orasi ilmiah pada Wisuda Ke-45 Sarjana, Magister, dan Doktor UIN Datokarama di Kota Palu, Minggu (2/11).

Bencana alam tanah longsor, banjir, kekeringan, dan berbagai macam bencana alam lainnya yang disebabkan oleh kerusakan lingkungan, membunuh empat juta manusia di muka bumi setiap tahun.

Maka sudah waktunya UIN Datokarama dan semua Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTKIN) menggagas dan membuat perubahan fikih, bahkan juga perubahan ushul fikih yang mengarah pada penyesuaian lingkungan alam dengan kondisi saat ini.

Menag menerangkan, dahulu hanya dikenal Daruriyatul Khamsah atau lima darurat yang perlu mendapatkan prioritas. Pertama yakni Al-Muhafaẓah 'alad-din, memelihara agama, kedua Al-Muhafaẓah 'alan-nafs memelihara jiwa, nyawa.

Ketiga, Al-Muhafaẓah 'alal-'aql, memelihara akal pikiran, keempat Al-Muhafaẓah 'alan-nasab memelihara keturunan, dan kelima, Al-Muhafaẓah 'alal-mal memelihara harta.

"Ini yang menjadi rujukan pada setiap istinbat hukum yang dilakukan oleh para ulama. Akan tetapi ke depan perlu penyesuaian dengan menambah Daruriyatus Sittah, yaitu Al-Muhafaẓah 'alal-bi'ah memelihara lingkungan hidup," ujarnya.

Menurut dia, karena lingkungan hidup yang rusak, daya bunuhnya jauh lebih parah daripada perang.

Ia menegaskan Kementerian Agama berani berpikir lain dalam upaya menjaga dan melestarikan lingkungan, di mana pihaknya mengedepankan suatu konsep baru yakni ekoteologi.

"Eko artinya bumi dan teologi artinya pengetahuan tentang Tuhan, maka ekoteologi sesungguhnya adalah bagaimana menciptakan suatu kesadaran global dalam masyarakat untuk menganggap alam bukan hanya sebagai objek, tetapi menjadikannya sebagai kawan dalam menjalani kehidupan bersama," jelasnya.

Menag mengajak para alumni dan seluruh sivitas akademika UIN Datokarama berani berpikir lain, jangan tampil sama dengan orang lain.

Namun hal itu bukan keluar dari metodologi yang sah, sebaliknya keberanian berpikir lain yang dimaksud yaitu berpikir di atas landasan metodologi yang benar. “Silakan dikembangkan, bagaimana menciptakan suatu fikih lokal yang sesuai dengan konteks Palu," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.